Minggu, 20 Mei 2018

Pilkada 2018, Pemuda Dilarang Terjebak Politik Kemasan

Rabu, 21 Februari 2018 03:13:49 WIB
Reporter : Lucky Aditya Ramadhan
Pilkada 2018, Pemuda Dilarang Terjebak Politik Kemasan

Malang (beritajatim.com) - Forum Komunikasi Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Brawijaya menggelar diskusi optimalisasi peran generasi muda dalam Pilkada serentak 2018. Diskusi ini diharapkan mampu mengajak pemuda agar tidak terjebak politik kemasan yang dibawa oleh pasangan calon kepala daerah.

"Kami ingin memulai sebuah gerakan bagaimana pemuda tidak terseret politik kemasan, namun lebih dapat menangkap fenomena ini secara obyektif. Ini harus ada peran pemuda, kami tidak mau pemuda terseret ke calon yang ada," papar Farid Ramdani, Ketua Umum Forum Komunikasi Pasca Sarjana FH UB, Selasa (20/2/2018).

Farid mengatakan, Pilkada 2018 menjadi Pilkada serentak terakhir sebelum Pemilihan Presiden 2019. Farid menekankan, pemuda agar tidak terjebak opini yang dibangun oleh tim sukses maupun pasangan calon kepala daerah.

"Pemilih mempunyai intelektual itu harusnya pemuda. Karena pemuda yang lebih aktif. Pemuda jangan terlalu larut dalam opini yang menjebak," ujar Farid.

Sedangkan Muhamad Barqah dosen PPHI Prodi Ilmu Pemerintahan Fisip UB menyebut pemuda memiliki dua potensi besar. Bisa menjadi akselerasi pembangunan, bisa juga menghancurkan terutama jika terkena virus radikalisme.

"Untuk itu, pemuda tidak hanya sekedar memilih, tapi memahami menjadi pemilih subtantif. Pemilih pemula atau pemuda lebih banyak pemikirannya terbuka dan liar. Perlu pemahaman yang mendalam, pemilih pemula harus aktif mencari informasi sebagai benteng demokrasi," tandasnya. [luc/suf]

Tag : pilkada

Komentar

?>