Kamis, 20 September 2018

2 Saran MUI Selama 2 Tahun Pemerintahan Bupati Faida

Minggu, 18 Februari 2018 20:09:27 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
2 Saran MUI Selama 2 Tahun Pemerintahan Bupati Faida
Ketuai MUI Jember KH Abdul Halim Sunahar

Jember (beritajatim.com) - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jember, Jawa Timur, Abdul Halim Subahar mengatakan, sering memberikan dua saran kepada Bupati Faida selama dua tahun perjalanan pemerintahan.

"Kami pernah menyampaikan persoalan pendidikan, agar dikotomi antara madrasah dan sekolah dihilangkan, karena selama ini warga sekolah umum kan juga bayar pajak, warga madrasah juga bayar pajak. Tapi ketika bagi-bagi kue, warga madrasah tidak kebagian. Apakah pemerintah tidak berdosa?" kata Halim.

Persoalan pendidikan lainnya adalah masih adanya dikotomi antara lembaga pendidikan negeri dan swasta. "Kalau lembaga pendidikan negeri kebagian (anggaran), jangan tinggalkan yang swasta. Swasta juga harus kebagian," kata Halim. Apalagi selama ini ada lembaga pendidikan swasta yang justru menggratiskan biaya pendidikan untuk anak-anak yang tak mampu.

Halim mengingatkan agar ada keseimbangan dalam dunia pendidikan. Dia juga mengingatkan kepada Pemkab Jember agar menjamin kemaslahatan dan menjaga harmoni antara keagamaan dan hal-hal bersifat duniawi.

Dosen Institut Agama Islam Negeri Jember ini juga meminta kepada Bupati Faida agar bisa menjaga kondusivitas Jember. "Kami sering berdiskusi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah terkait paham keagamaan di Jember. Kami memang menyampaikan pada tokoh-tokoh tertentu harus dikembangkan paham keagamaan yang terintegrasi dengan paham kebangsaan. Paham keagamaan yang eksklusif itu bahaya, paham kebangsaan yang eksklusif juga bahaya, karena Indonesia ini kadung terembesi dengan nilai-nilai keagamaan. Sila pertama Pancasila mewarnai empat sila lainnya," kata Halim. [wir/suf]

Komentar

?>