Senin, 19 Februari 2018
Dibutuhkan Wartawan Kriminal di Surabaya, Usia Maks 27 Tahun, S1, Punya Pengalaman, Kirim lamaran ke beritajatim@gmail.com

Desa Adat Sendi Dinilai Mampu Dongkrak Wisata dan PAD

Kamis, 15 Februari 2018 04:35:07 WIB
Reporter : Misti P.
Desa Adat Sendi Dinilai Mampu Dongkrak Wisata dan PAD

Mojokerto (beritajatim.com) - Pemkab Mojokerto menerima kunjungan Tim Monitoring Penataan Desa Provinsi Jawa Timur dalam rangka Penataan Desa Sendi, Kecamatan Pacet. Rencananya, Desa Sendi bakal diambil alih Pemkab Mojokerto untuk dijadikan desa adat.

Rombongan diterima langsung oleh Bupati Mojokerto, Bupati Mustofa Kamal Pasa di rumah dinasnya, Griya Wira Bhakti Praja, Pemkab Mojokerto, Rabu (14/2/2018). Sebagai langkah awal, Pemkab Mojokerto telah membentuk tim khusus bernama Tim Penataan Desa.

Tim terdiri dari unsur Bappeda, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Bagian Hukum, Bagian Adminsitrasi Pemerintahan, Bagian Adminsitrasi Pembangunan, camat dan kepala desa Pacet. Pemkab Mojokerto juga sudah mengajukan ke propinsi dan dalam proses pengajuan ke pusat untuk mendapat persetujuan Mendagri.

Ada empat hal yang dijelaskan Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa kepada Tim Penataan Desa Propinsi Jawa Timur dalam proses dan manfaat pembentukan Desa Adat Sendi. Pertama, terbentuknya Desa Sendi akan memudahkan pelayanan adminsitrasi.

"Karena selama ini masyarakat harus menempuh jarak 7 km ke pusat pemerintahan Desa Pacet untuk mendapatkannya. Kedua, Pemda telah mengalokasikan BK Desa sebesar Rp2,2 miliar untuk pengembangan desa. Ketiga, harapan untuk upaya pelestarian adat istiadat dan budaya Majapahit ada pada Desa Sendi," katanya.

Keempat, desa ini diharapkan menjadi daya tarik wisata baru yang mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dijelaskan juga oleh bupati bahwa saat ini masyarakat eks-Desa Sendi ingin agar pemerintah mengembalikan keberadaan lahan pada ahli waris.

"Demikian juga pemerintahan Desa Sendi yang berharap agar model desa adat berbasis nilai luhur budaya lokal bisa hidup kembali. Hal tersebut sejalan dengan misi pembangunan Kabupaten Mojokerto yang pada misi ke-3 yakni membangun kemandirian ekonomi yang berdimensi kerakyatan," katanya.

Membangun kemandirian ekonomi yang berdimensi kerakyatan untuk meningkatkan kesejahteraan melalui penguatan strukutur ekonomi yang berorientasi pada pengembangan jaringan infrastruktur, UMKM, agrobisnis, agroindustri dan pariwisata.

Tim Monitoring Persiapan Desa Propinsi Jawa Timur yang diwakili Rusmiati menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap rencana pembentukan desa adat tersebut. "Saat ini, di Indonesia tercatat ada 50 desa adat, salah satunya di Kabupaten Mojokerto yakni Desa Sendi yang nantinya akan mewakili Jawa Timur," ujarnya.

Penerimaan rombongan Tim Penataan Desa Propinsi Jawa Timur di rumah dinas bupati dilanjutkan dengan peninjauan langsung lokasi Desa Sendi yang dipandu langsung oleh Bupati Mustofa Kamal Pasa didampingi jajaran. Spot kunjungan antara lain Situs Keramat Sumber Panguripan Babakan Kucur Tabud dan Putuk Kursi.

Untuk diketahui, Desa Sendi atau diartikan 'Desa yang Hilang' secara histori diyakini sebagai tempat pertapaan para pembesar dan Begawan kerajaan Majapahit pada masanya. Saat ini, eks Desa Sendi dikenal oleh penduduk sekitar sebagai Ngeprih-Ngoetan.

Secara administrasi pemerintahan, Sendi juga telah eksis sejak tahun 1951. Saat itu Desa Sendi diresmikan oleh Gouverment Oost-Java, Resident Soerabaja, Regentschap Modjokerto, District Djaboeng,Desa Sendi, Oorspronkelijk Opgenomen 1951, yaitu perwakilan pemerintahan Belanda yang berpusat di Surabaya. [tin/suf]

Komentar

?>