Minggu, 27 Mei 2018

Bawaslu Anggap Potensi Politik Uang di Malang Kecil

Rabu, 14 Februari 2018 23:48:40 WIB
Reporter : Brama Yoga Kiswara
Bawaslu Anggap Potensi Politik Uang di Malang Kecil

Malang (beritajatim.com) - Deklarasi tolak politik uang digelar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Malang, jelang Pilgub Jatim, Rabu (14/2/2018).

Deklarasi itu wujud bersama semua pihak untuk berpartisipasi pengawasan adanya politik uang dan kampanye berbau SARA dalam Pilgub Jatim tahun ini.

Ketua Bawaslu Kabupaten Malang, Abdul Fatah, mengatakan, terjadinya politik uang di Kabupaten Malang bisa dikatakan potensinya kecil. Hanya saja, politik uang bisa saja terjadi di semua tempat apabila ada Paslon dan Pemilih yang melakukan. Adanya Politik uang, juga bergantung perilaku dari Paslon dan Pemilihnya.

"Yang pasti politik uang bisa ada dan terjadi kapan saja selama Pilgub. Makanya diperlukan pengawasan bersama oleh semua lapisan masyarakat di Kabupaten Malang," terang Abdul Fatah, Rabu (14/2/2018), seusai deklarasi menolak dan melawan politik uang di kantor Bawaslu Kabupaten Malang, Jalan Trunojoyo, Kepanjen.

Menurut Fatah, politik uang dalam Pilgub Jatim merupakan tindak pidana. Dengan demikian, siapapun yang melakukan politik uang tersebut bisa ditindak dan di proses hukum sesuai UU yang ada.

Fatah melanjutkan, Bawaslu juga memiliki tugas untuk melakukan tindakan pencegahan terjadinya politik uang dalam Pilkada. Yakni dengan terus menerus melakukan sosialisasi kepada pemilih untuk faham akan politilk uang.

Sehingga, tujuan dari sosialisasi itu diharapkan juga agar masyarakat berani menolak bila ada yang mencoba memberikan uang dengan tujuan untuk mempengaruhi pemilih.

"Melalui kerjasama dalam deklarasi ini maka terjadinya politik uang dalam Pilgub Jatim di Kabupaten Malang bisa diantisipasi," bebernya.

Hadir dalam Deklarasi Tolak dan Lawan Politik Uang dalam Pilgub Jatim dari KPU, Kepolisian, Kejaksaan, TNI, Parpol, dan Perwakilan Ormas di Kabupaten Malang. Selain menanda tangani surat pernyataan deklarasi, juga bergandengan tangan sebagai wujud kebersamaan dalam pengawasan Pilgub Jatim di Kabupaten Malang. [yog/suf]

Komentar

?>