Minggu, 25 Februari 2018

FPI Jember Desak LGBT Tidak Dilegalisasi

Rabu, 14 Februari 2018 22:42:05 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
FPI Jember Desak LGBT Tidak Dilegalisasi

Jember (beritajatim.com) - Front Pembela Islam (FPI) bersama sejumlah kelompok Islam mendatangi gedung DPRD Jember, Rabu (14/2/2018). 

Mereka ditemui anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Nur Hasan dan anggota Fraksi Gerindra Alfian Andri Wijaya di ruang Komisi D.

Ketua Tanfidz Dewan Pimpinan Wilayah FPI Jember Faidzin berharap agar kaum LGBT (Lesbian Gay Biseksual dan Transgender) tidak dilegalisasi oleh parlemen dalam Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang tengah digodok DPR RI. "Kalau ini dilegalisasi oleh parlemen, maka ini sesuatu yang sangat menyakitkan bagi umat Islam maupun umat lainnya. Ini penyakit masyarakat yang menular dan dilaknat Allah," katanya.

Pernyataan Faidzin ini didukung Muhammad Fahim bin Mawardi, tokoh masyarakat di Kecamatan Jenggawah. "Beberapa minggu terakhir santer isu akan dilegalkannya LGBT. Bagi saya, terealisasinya legalitas LGBT adalah tantangan buat kami di Indonesia. Ini jelas-jelas menyalahi hukum-hukum syariat dan sunnatullah," katanya.

"Kami ingin ikut menjaga keamanan, keadamaian NKRI dengan ikut bersuara menegakkan nahi munkar (mencegah perbuatan yang salah, red) di sekitar kita. Saya tidak terima kalau kemaksiatan yang diizinkan dan direalisasikan dan dilindungi secara undang-undang," kata Fahim.

Alfian meminta agar kebencian tidak diarahkan terhadap personal pelaku LGBT, melainkan perilaku LGBT. "Saya berharap orangnya direhabilitasi, karena perilakunya yang harus disadarkan," katanya.

"Kami berharap kepada pemerintah agar benar-benar membuat produk hukum KUHP yang seadil-adilnya yang bisa menjangkau pasal perzinahan terhadap perilaku LGBT. Tapi itu semua ranah pemerintah pusat. Kami hanya bisa menampung aspirasi teman-teman  ormas Islam yang datang. Selanjutnya kami menyuarakan kepada DPR RI melalui wakil rakyat kami masing-masing," katanya. [wir/ted]

Tag : fpi

Komentar

?>