Senin, 20 Agustus 2018

Forkopimda Jatim Kompak Pilkada Tanpa Politik Uang dan SARA

Rabu, 14 Februari 2018 20:13:49 WIB
Reporter : Rahardi Soekarno J.
Forkopimda Jatim Kompak Pilkada Tanpa Politik Uang dan SARA

Surabaya (beritajatim.com) - Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jatim yang terdiri dari Gubernur Jatim, Pangdam V/Brawijaya, Kapolda Jatim dan Ketua DPRD Jatim kompak untuk mendukung proses Pilkada serentak tahun 2018 yang bebas dari politik uang dan politisasi isu SARA.

"Kami berempat di sini kompak ingin merubah dari yang istilahnya 'antre uang' menjadi 'anti uang'," tegas Gubernur Jatim Soekarwo saat menghadiri acara Bawaslu Jatim 'Deklarasi Tolak dan Lawan Politik Uang dan Politisasi SARA untuk Pilkada 2018 yang Berintegritas' di Hotel Majapahit Surabaya, Rabu (14/2/2018).

Menurutnya,  merubah sikap dari 'antre uang' menjadi 'anti uang' termasuk pekerjaan sulit, selama masih ada proses bertemunya orang dengab orang. Untuk itu, salah satu solusi ke depan adalah proses pemilihan dengan menggunakan teknologi atau IT.

"Proses IT ini membuat orang bisa memilih dari mana saja dan menghindari bertemunya orang dengan orang. Multiple choice ke depan harus ada," kata orang nomor satu di Jatim ini. 

Selain itu, salah satu cara menghindari politik uang adalah perlunya peran masyarakat dalam memberi masukan kepada Bawaslu terkait praktik ini, termasuk melaporkan pelanggaran kampanye yang ada di media sosial.

Dalam kesempatan ini, Pakde Karwo juga berpesan kepada setiap pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim 2018 untuk tidak melakukan kampanye memakai isu SARA. "Hasil penelitian mengungkapkan bahwa siapa yang kampanye pakai SARA, malah gak laku dan tidak disenangi oleh masyarakat," ujarnya. 

Sementara itu, Ketua Bawaslu Jatim Moh Amin mengatakan, konsep pengawasan saat ini mengedepankan pencegahan, sehingga dalam setiap proses tahapan pemilu, Bawaslu akan mengirim surat kepada setiap tim paslon. Hal ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan kampanye sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Bawaslu, lanjutnya, terus melakukan pengawasan dan pencegahan termasuk dibantu Kanwil Kemenag Jatim untuk menjaga agar tempat ibadah tidak digunakan sebagai tempat kampanye.

"Mari kita kita ciptakan pilkada yang keren tanpa politik uang dan politisasi SARA," jelasnya sembari berharap pilkada Jatim menjadi trending topic di media sosial tentang keguyuban dan kerukunan.

Deklarasi ini dilakukan dengan melakukan cap lima jari dan penandatanganan naskah yang dilakukan oleh Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim 2018 nomor urut satu yakni Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak, serta paslon nomor urut dua yakni Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno. Cap dan tandatangan juga dilakukan oleh tim kampanye setiap paslon, partai pengusung dan Forkopimda Jatim.

Acara ini turut dihadiri oleh Ketua KPU Jatim, Ketua DPRD Jatim, Kapolda Jatim dan Pangdam V/Brawijaya serta perwakilan BEM dari beberapa perguruan tinggi di Jatim. (tok/*)

Tag : pilgub jatim

Komentar

?>