Rabu, 23 Mei 2018

Pengambilan Nomor Urut Cabup Dijaga Ratusan Polisi

Selasa, 13 Februari 2018 07:06:24 WIB
Reporter : Yusuf Wibisono
Pengambilan Nomor Urut Cabup Dijaga Ratusan Polisi

Jombang (beritajatim.com) - Sebanyak 300 polisi diterjunkan untuk pengamanan kantor KPU Jombang, Selasa (13/2/2018). Hal itu menyusul digelarnya rapat pleno pengambilan dan penetapan nomot urut calon bupati dan wakil bupati untuk Pilkada Jombang 27 Juni 2018.

Kapolres Jombang AKBP Agung Marlianto mengatakan, sebanyak 300 polisi mulai pagi ini berjaga di kantor KPU Jombang untuk pengamanan pengambilan nomor urut cabup dan cawabup. Ratusan petugas itu dibagi menjadi tiga ring.

Ring pertama berjaga di dalam ruangan Husni Malik yang digunakan pengundian, kemudian di halaman kantor KPU, dan terakhir di sepanjang jalan menuju kantor KPU yang berada di Jl KH Romly Tamim Jombang itu. "Selain polisi, kita juga dibantu aparat dari TNI untuk pengamanan ini," kata Agung.

Kapolres berharap pendukung pasangan calon yang mengikuti acara tersebut mengendepankan ketertiban dan tidak membuat kegaduhan. "Kita harus sama-sama menjaga, agar setiap tahapan Pilkada berjalan aman dan kondusif," ujarnya menambahkan.

Divisi Teknis KPU Kabupaten Jombang M Djafar mengatakan, pengambilan nomor urut pasangan calon tersebut dimulai pukul 10.00 WIB. Nah, untuk menjaga kondusifitas, pendukung yang memasuki kantor KPU akan dibatasi.

Semisal, untuk yang masuk ruangan pengundian, masing-masing pasangan calon hanya boleh membawa pendukung 15 orang. "Jumlah 15 orang tersebut sudah termasuk cabup dan cawabupnya. Tidak boleh lebih dari itu. Sedangkan mobil rombongan paslon yang masuk ke halaman KPU maksimal 5 unit," pungkas Djafar.

Pilkada Jombang digelar 27 Juni 2018. Tiga pasangan yang akan bertarung adalah Mundjidah Wahab-Sumrambah, yang diusung PPP (4 kursi), Partai Demokrat (6 kursi), serta Partai Gerindra (2 kursi). Pasangan ini juga didukung Partai Perindo.

Kemudian, Nyono Suharli-Subaidi, yang didukung 27 kursi di parlemen. Masing-masing Partai Golkar (7 kursi), PKS (5 kursi), PKB (8 kursi), PAN (3 kursi), serta Partai NasDem (4 kursi).

Terakhir, M Syafiin-Choirul Anam (Syahrul). Pasangan ini diusung PDI Perjuangan (9 kursi) dan Partai Hanura (2 kursi). Selain itu juga didukung partai non parlemen, yakni PKPI dan PBB. [suf] 

Komentar

?>