Rabu, 21 Februari 2018
Dibutuhkan Wartawan Kriminal di Surabaya, Usia Maks 27 Tahun, S1, Punya Pengalaman, Kirim lamaran ke beritajatim@gmail.com

Pak Halim: Visi Misi Gus Ipul-Puti Tak Asal Bunyi

Senin, 12 Februari 2018 15:11:29 WIB
Reporter : Rahardi Soekarno J.
Pak Halim: Visi Misi Gus Ipul-Puti Tak Asal Bunyi

Surabaya (beritajatim.com) - Ketua DPRD Jatim Abdul Halim Iskandar (Pak Halim) menilai visi-misi dan program kerja pasangan calon gubernur dan wakil gubenur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno (Mbak Puti) adalah yang paling logis dan bisa diterapkan.

Visi misi itu didesain tidak asal bunyi (asbun), melainkan dengan perhitungan matang termasuk menyesuaikan kekuatan APBD Jatim.

"Visi dan misi Gus Ipul-Mbak Puti ini tidak asal bunyi, ada kalkulasi kekuatan APBD. Ada hitungannya yang rigit," kata Pak Halim kepada wartawan, Senin (12/2/2018).

Pak Halim menilai, dalam penyusunan visi dan misi Gus Ipul-Puti, juga terdapat paradigma berpikir yang sangat bagus. Yaitu, mempertahankan keberhasilan yang sudah diperoleh dan mencari terobosan baru untuk perbaikan yang lebih maksimal.

"Dalam kaidah fiqiyahnya disebut 'Al-Muhafadotu Alal Qodimis Sholik Wal Akhdu Bil Jadidil Ashlah'. Ini sebuah paradigma yang kemudian diangkat menjadi visi, ini paradigma luar biasa menghargai seluruh prestasi dan mengembangkan seluruh potensi yang belum tersentuh," ujarnya.

Sehingga, lanjut dia, paradigma itu diaplikasikan melalui penyusunan visi, misi, program kerja dan 33 janji kerja yang telah melalui kajian dan pertimbangan yang sangat matang. Dia menegaskan, program yang diusung cicit KH Bisri Syansuri dan cucu Bung Karno itu sudah bisa langsung diaplikasikan.

"Kami tidak ingin visi, misi, program dan janji kerja itu hanya asbun (asal bunyi), semuanya harus dikalkulasi," kata kakak kandung Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) ini.

Menurut Ketua DPW PKB Jatim ini, untuk program 'Satria Madura' yang diusung Gus Ipul-Puti dialokasikan Rp 1 triliun untuk percepatan pembangunan di Madura itu sudah realistis dan hasil kalkulasi dari kekuatan APBD Jatim 2018 senilai Rp 30 triliun.

"Itung-itungannya saat ini memang segitu, tidak berarti kemudian (hitungan) tidak bisa berkembang. Itu yang saya sebut rasionalitas dan proporsionalitas, kalkulasi kekuatan APBD harus diperhitungkan," jelasnya.

Diberitakan sebelumny, lima program utama Gus Ipul-Mbak Puti sudah diluncurkan kemarin. Yakni, Dik Dilan (Pendidikan Digratiskan Berkelanjutan), Satria Madura (Satu Triliun untuk Madura), Desa Cemara (Desa Cerdas Maju Sejahtera), Tebar Jala (Pusat Ekonomi Baru Jalur Selatan) dan Madin Plus Berkelanjutan.
   
Dik Dilan bakal mengembalikan lagi pendidikan gratis untuk masyarakat Jawa Timur. Setelah Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 mengembalikan lagi kewenangan terhadap SMA/SMK negeri kepada pemprov, sejumlah daerah yang menggratiskan pendidikan hingga tingkat menengah atas tak bisa melakukannya lagi.
   
Dengan Dik Dilan, Gus Ipul akan kembali menggratiskan SMA/SMK negeri. Komitmen pendidikan tak hanya diwujudkan pada sekolah negeri, tapi juga sekolah swasta. Sekolah-sekolah swasta yang setingkat dengan SMA akan diberikan subsidi. Pemprov Jatim mengalokasikan dana untuk meng-cover seluruh operasional 
SMA/SMK tanpa dibebankan ke peserta didik dengan alokasi Rp 1,4 triliun.
   
Komponen yang akan ditanggung mencakup biaya operasional dan SPP yang dihitung per siswa. "Untuk siswa dari keluarga miskin, kita akan memberikan beasiswa yang digunakan untuk biaya transportasi, pembelian peralatan sekolah dan pengadaan buku dan alat penunjang kecakapan khusus. Besaran dana akan disesuaikan untuk masing-masing daerah," kata Gus Ipul.
   
Selain itu, ada Satria Madura (Rp 1 Triliun untuk Akselerasi Pembangunan Madura). Selama ini kita selalu memunggungi Pulau Madura. Daerah dengan julukan pulau garam itu berada dalam posisi yang kurang menguntungkan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) masih rendah, kemiskinan masih tinggi, infrastruktur kurang memadai, dan akses terhadap layanan kesehatan yang masih berada dibawa rata-rata.
   
Program ini akan memberikan anggaran tambahan sebesar Rp 1 triliun per tahun yang dibagi secara proporsional untuk 4 kabupaten yang ada. Anggaran ini akan menambah anggaran lain yang selama ini sudah diberikan. "Fokus pemanfaatannya adalah akselerasi pembangunan infrastruktur, investasi bidang ekonomi dan peningkatan aksesibilitas pada layanan pendidikan dan kesehatan," pungkas Gus Ipul. (tok/kun)

Komentar

?>