Jum'at, 22 Juni 2018

Uji Publik, Nama Ribuan Guru Honorer Diumumkan di Koran

Jum'at, 09 Februari 2018 22:31:18 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Uji Publik, Nama Ribuan Guru Honorer Diumumkan di Koran
Bupati Jember, Faida

Jember (beritajatim.com) - Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengumumkan nama ribuan orang guru tidak tetap (GTT) di Harian Radar Jember, Jumat (9/2/2018) pagi. Pengumuman itu disebut sebagai uji publik terhadap 3.325 nama GTT usulan sekolah dan 1.676 nama GTT tanpa usulan sekolah.

Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia Kabupaten Jember Ruslan Abdul Gani mengatakan, pengumuman tersebut merupakan kewenangan Dinas Pendidikan. "Penugasannya yang menandatangani (Kepala) Dispendik. Kami hanya membantu proses," katanya.

Menurut Ruslan, data GTT itu berada di wilayah Dispendik. "Kalau pada Kepegawaian, data PNS. Kami tetap koordinasi, tapi itu wilayah Dispendik. Kami hanya koordinasi dalam pelaksanaan ini saja, seperti pengantaran berkas, undangan. Tapi terkait teknis bukan wilayah kami," katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Jember Muhammad Ghazali belum memberikan pernyataan. "Coba ke BKD. Saya tidak ada data. Saya juga mau salat (asar). Habis ini saya telepon," katanya. Namun saat beritajatim.com mencoba menghubungi lagi, telepon tidak diterima.

Namun pada Selasa (6/2/2018) kemarin, Ghozali mengatakan, persoalan surat penugasan GTT segera diselesaikan. "Khawatirnya, terutama untuk guru K2, tiba-tiba membuat SK (terbit) 2004. Itu yang diverifikasi," katanya.

Kelompok honorer K2 adalah tenaga honorer yang diangkat per 1 Januari 2005. Namun mereka tidak mendapat upah dari APBD/APBN seperti honorer K1. Tenaga honorer kategori 2 yang ingin diangkat menjadi CPNS, harus mengikuti tes atau seleksi terlebih dahulu.  

Menurutnya, semua data diverifikasi. "Kami kan punya data base. Kami menggunakan Dapodik (Data Pokok Pendidikan), online langsung, operator sekolah yang memasukkan. Itu yang kita pegang," kata Ghozali.

Sebelumnya, Pemkab Jember mengundang ribuan orang GTT terkait penjelasan mengenai surat penugasan oleh Bupati Faida, di Aula PB Sudirman, Kantor Bupati Jember di Jalan Sudarman, Kamis (8/2/2017) kemarin. Para GTT menuntut Bupati Faida menerbitkan surat tersebut, karena tanpa ada surat penugasan, mereka tidak akan bisa memperoleh honor yang berasal dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebagaimana terjadi pada 2017.

"Kalau datanya (data GTT) dari awal ada, tinggal memverifikasi, tidak apa-apa. Wong ini datanya tidak ada, karena dulu tidak diurus oleh BKD (Badan Kepegawaian Daerah). Datanya di sekolah masing-masing. Akhirnya (namanya) gonta-ganti," kata Faida.

"Dari hasil verifikasi dan validasi terdapat data, 4.047 orang (GTT sekolah dasar), (berstatus) K2 30 persen, non K2 sebanyak 70 persen. Sementara yang SMP 945 orang, 22 persen K2, 78 persen non K2. Dari total GTT tadi itu, yang diusulkan sekolah, jumlahnya 3.325 orang alias 66,5 persen. Yang tidak diusulkan 1.676 orang (33,51 persen). Karena tidak diusulkan, berarti tidak bisa dikeluarkan surat penugasan," kata Faida.

"Dari 3.325 GTT yang diusulkan, GTT SD 76,5 persen, yang SMP 23,46 persen. Dari 1.676 GTT yang tidak diusulkan, GTT SD sekitar 1.502 alias 90 persen, sepuluh persennya SMP," kata Faida. GTT K2 yang tidak diusulkan sekolah 366 orang atau 24 persen. GTT non K2 sekolah dasar sebanyak 1.136 orang. Dari 174 GTT SMP yang tidak diajukan sekolah, yang berstatus guru K2 sebanyak 6 orang dan GTT non K2 sebanyak 168 orang. [wir/suf]

Komentar

?>