Rabu, 17 Oktober 2018

Tanwir Aisyiyah: Menuju Gerakan Ekonomi Perempuan Nasional

Kamis, 18 Januari 2018 17:25:37 WIB
Reporter : Fahrizal Tito
Tanwir Aisyiyah: Menuju Gerakan Ekonomi Perempuan Nasional

Surabaya (beritajatim.com) - Perempuan memiliki peran yang luar biasa dalam upaya memperbaiki perekonomian di negeri ini. Seperti halnya yang akan ditunjuk Organisasi otonom Wanita Muhammadiyah, Aisyiyah melalui Tanwir pertama kepengurusan periode 2015-2020 di Surabaya, 19-21 Januari 2018.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantin disela-sela persiapan Tanwir di Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, Kamis (19/1/2018) mengatakan tanwir yang melibatkan sekitar 450 orang pimpinan Aisyiyah se-Indonesia itu akan mendialogkan untuk mengambil langkah-langkah secara nasional dalam mendukung gerakan ekonomi perempuan.

"Dengan tema 'Gerakan Pemberdayaan Ekonomi Perempuan, Pilar Kemakmuran Bangsa.' lebih menekankan pada upaya untuk mencari solusi permasalahan ekonomi Indonesia yang hingga kini masih terjadi," tutur Siti Noordjannah.

Ia mengatakan, concern dalam tanwir ini nantinya akan di kaitkan dengan empat pilar yang telah digerakkan Aisyiah meliputi pendidikan, kesehatan, layanan sosial serta ekonomi yang saat ini mulai gencar diterapkan.

"Selama ini Aisyiah telah melakukan pembinaan kegiatan ekonomi. Melalui Tanwir ini, secara organisasi kami menyatakan bahwa gerakan ekonomi dari Aisyiah menjadi empat pilar gerakan yang siap di gerakkan di tingkat masyarakat luas," paparnya.

Menurutnya, pilar pendidikan yang dikelolanya sudah memiliki lebih dari 20 ribu lembaga, yang meliputi dari Pendidikan anak usia dini (Paud), SD, SMA-SMK hingga perguruan tinggi.

"Pilar kedua yaitu kesehatan, kami memiliki gerakan dibawah yang telah melayani kesehatan dengan memiliki lebih dari 135 ribu unit klinik hingga rumah sakit yang dikelola Aisyiah yang siap bergerak dengan memberikan layanian," urainya.

 

Sementara itu, Penyelesaian masalah perekonomian tersebut, kata Noordjannah, selain menjadi tanggung jawab pemerintah, juga menjadi tanggung jawab organisasi, termasuk organisasi perempuan seperti Aisyiyah. Apalagi, perempuan menurutnya memiliki peran yang luar biasa dalam upaya memperbaiki perekonomian di negeri ini.

 

"Dngan etos kerja dan kegigihan itulah perempuan akan menjadi kekuatan strategis dalam gerakan pemberdayaan ekonomi untuk mewujudkan kemakmuran bangsa. Karena perempuan biasanay sudah menjadi pengatur ekonomi ditingkat keluarga sehingga kami yakin jika adanya usaha-usaha pemberdayaan perempuan, khususnya dalam ekonomi, sehingga membawa dampak positif langsung bagi kemakmuran bangsa," harapnya.

Dilain sisi, tambahnya. Langkah apa saja yang nantinya diambil dalam tanwir 2018 ini juga menjadi misi dakwah. Karena Agenda itu dijalankan melalui program-prohram pemberdayaan masyarakat dan melakukan advokasi regulasi, maupun kebijakan ekonomi yang berpihak pada rakyat.

Diktehui, Tanwir Aisyiyah ini dijadwalkan akan dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir, serta tokoh nasional seperti Ketua MPR Zulkifli Hasan, serta beberapa menteri kabinet kerja. (ito/ted)

Tag : muhammadiyah

Komentar

?>