Minggu, 21 Januari 2018

Noval: Aku Mau Sekolah Kalau Pak Anas Datang

Minggu, 14 Januari 2018 16:07:48 WIB
Reporter : Rindi Suwito
Noval: Aku Mau Sekolah Kalau Pak Anas Datang
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan Noval. [Foto: Rindi/bj.com]

Banyuwangi (beritajatim.com)--Keceriaan Noval hilang seketika kala beberapa bulan lalu ditinggal pergi Sunari, sang Pakde, untuk selamanya.

Jenjang pendidikan yang dipelajarinya di sekolah pun pupus lantaran tak ada lagi yang memberinya semangat untuk berangkat.

Noval adalah anak berusia 13 tahun, yang memiliki kebutuhan khusus. Sejak usia 7 bulan, ia sudah ditinggal oleh kedua orang tuanya yang memutuskan berpisah.

Ia kemudian dirawat Budenya, bernama Suamah, yang tinggal di Lingkungan/Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro. Semenjak itu, sang bibi pun juga tak mampu memberinya perhatian lebih lantaran penyakit yang menderanya.

Di samping itu, keterbatasan kondisi ekonomi menambah semakin terhimpitnya kondisi yang dialami keluarga ini. Hal itu yang memaksa putra pasangan Kartini dan Ponadi ini tak mampu lagi melanjutkan sekolah di SLB.

Melalui media sosial instagram, kondisi yang dialami Noval dan keluarga diketahui Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Dalam video itu tergambar dan menceritakan jika Noval ingin sekolah lagi jika bertemu dengan sang Bupati.

Tak selang lama, Bupati Anas bersama dengan beberapa jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah mendatangi kediaman Noval. Betapa girangnya, anak itu hingga tak mampu menyembunyikan senyumnya.

Ia pun menyambut Anas di depan rumahnya seraya menjabat tangan. Tambah senang saat Bupati Anas memberinya hadiah sebuah tas dan buku tulis untuk keperluan sekolah.

”Halo Noval, gimana kabarnya?," ucap Anas saat bertemu.

"Yuk, kita duduk sambil makan donat. Ini khusus buat kamu. Kamu suka toping coklat ya, kalau saya strawberry. Kalau kamu pengen strawberry, kita bagi berdua ya,” ucap Anas sambil duduk di gubuk kecil di belakang rumah Noval, Minggu (14/1/2018).

Sambil makan donat, Anas pun berpesan kepada Noval agar rajin sekolah. Anas bahkan berjanji akan membantu agar dirinya dapat kembali ke sekolah. Apalagi, Anas juga memberi uang saku setiap hari untuk keperluan di sekolahnya.

"Kamu yang rajin sekolah, nanti akan ada guru yang antar kamu sekolah. Harus semangat belajar," kata Anas.

Selama ini, kata Anas, pemerintah daerah terus menggulirkan berbagai program untuk menjamin pendidikan anak usia sekolah. Mulai dari Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah (Garda Ampuh), beasiswa Banyuwangi Cerdas, bantuan uang saku, dan uang transportasi bagi siswa miskin. Dua program terakhir itu digulirkan mulai awal 2018.

"Seperti Noval ini, juga dibantu uang saku dan uang transportasi. Semangat dia yang ingin sekolah tidak boleh padam, harus kita bantu bersama untuk mewujudkan. Tolong warga jika ada anak usia sekolah di lingkungannya yang kesulitan, laporkan, pasti ditangani," ujar Anas.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Klatak drg. Zelfia mengatakan, Noval adalah penyandang retardasi mental. Namun, Noval masih bisa berkomunikasi dengan baik. Bahkan, ia dikenal anak yang rajin, aktif beribadah, dan suka membantu.

"Pakdenya yang biasa mengantar sekolah itu meninggal, sehingga dia tidak ada yang membantu," katanya. [air/rin]

Komentar

?>