Sabtu, 21 Juli 2018

Yang Perlu Diketahui dari Pilgub Jatim 2018 (5)

Minggu, 14 Januari 2018 12:37:52 WIB
Reporter : Ainur Rohim
Yang Perlu Diketahui dari Pilgub Jatim 2018 (5)
Gus Ipul dan Puti Guntur Soekarnoputra.

Surabaya (berijatim.com)--Pemilihan gubernur (Pilgub) Jatim 2018 menyimpan banyak data dan fakta penting yang sayang dilewatkan begitu saja. Apa data dan fakta dimaksud? Berikut laporannya secara bersambung.

Salah satu fenomena mengejutkan di Pilgub Jatim 2018 adalah pengunduran diri secara mendadak Abdullah Azwar Anas, Bupati Banyuwangi, yang diposisikan sebagai bakal cawagub bersama cagub Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Azwar Anas mengundurkan diri setelah diterpa isu tak sedap yang berhubungan dengan wanita.

Pengunduran diri itu membuat partai pengusungnya: PKB dan PDIP, kelabakan, terutama PDIP yang dalam konteks ini sebagai portofolio Azwar Anas. Memang, tak sampai seminggu, PDIP telah memutuskan nama pengganti Azwar Anas. Pilihannya jatuh kepada Puti Guntr Soekarnoputra, putri Guntur Soekarnoputra, keponakan Megawati Soekarnoputri, dan salah satu cucu Presiden RI pertama, Soekarno.

Munculnya nama Puti Guntur cukup mengejutkan. Sekalipun banyak kalangan pengamat dan praktisi politik meyakini bahwa pengganti Azwar Anas adalah kader tulen PDIP dan memiliki loyalitas tinggi, namun pilihan jatuh kepada Puti Guntur di luar perkiraan banyak kalangan.

Sebab, selama ini karir politik Puti Guntur lebih banyak ditempa di daerah pemilihan Jawa Barat. Puti Guntur yang tercatat sebagai anggota DPR RI 2014-2019 terpilih dari dapil di Jabar.

Pengganti Azwar Anas yang ditentukan PDIP kepada Puti Guntur sekaligus menegaskan ulang pentingnya formula politik: Merah dan Hijau atau Hijau dan Merah, dalam konteks penentuan kepemimpinan politik Jatim di era demokrasi elektoral. Pasangan Gus Ipul-Puti Guntur dipandang merepresentasikan formula politik baku tersebut.

Gus Ipul merepresentasikan figur Islam Tradisional (NU), latar politik Hijau, figur yang menguasai pemilih di kawasan Pulau Madura, dan Tapal Kuda.

Di sisi lain, dalam diri Puti Guntur mengalir warga politik Merah (kaum Nasionalis Soekarnoisme), merepresentasikan figur Mataraman dalam tlatah budaya-politik Jatim dan memiliki garis nasab jelas dan kuat di mata pemilih kaum Nasionalis Soekarnoisme yang banyak terdapat di kawasan Mataraman Jatim.

Saat pasangan Gus Ipul-Azwar Anas yang dipilih PKB dan PDIP, sebagian publik sempat mempertanyakan tentang formula politik Merah dan Hijau atau Hijau dan Merah.

Sebab, kombinasi Gus Ipul-Azwar Anas dipandang merepresentasikan pasangan Hijau dan Hijau. Azwar Anas telah menjadi kader PDIP. Tapi, latar sosial, politik, dan kultural Azwar Anas adalah Hijau (Islam Tradisional/NU). Azwar Anas lama berkecimpung di PKB sebelum menyeberang ke PDIP.

Kombinasi politik Gus Ipul-Puti Guntur telah mengembalikan format warna politik latar kepemimpinan Jatim di masa depan dalam formula Merah dan Hijau atau Hijau dan Merah. Dalam konteks ini, baik pasangan Gus Ipul-Puti Guntur dan Khofifah Indar Parawansa-Emil E Dardak dipandang merepresentasikan warga politik Merah dan Hijau atau Hijau dan Merah. [air/bersambung]

Tag : pilgub jatim

Komentar

?>