Selasa, 18 September 2018

Warga Sampang Bosan Dibuai Janji Calon Pemimpin

Kamis, 11 Januari 2018 20:13:13 WIB
Reporter : Zamachsari
Warga Sampang Bosan Dibuai Janji Calon Pemimpin
Foto Ilustrasi

Sampang (beritajatim.com) - Hari terakhir pendaftaran bakal calon peserta Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) yang jatuh pada 10 Januari 2018 kemarin, Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat didatangi oleh tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati. Yang pertama pasangan H.Hisan dan KH Abdullah (Hisbulah), kedua H.Selamet Junaidi dan H. Abdullah Hidayat (Jihad) dan yang terkahir adalah H.Hermanto Subaidi dan H.Suparto (Mantap).

Dari tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati ini, tinggal menunggu penetapan pasangan yang nantinya ditentukan oleh KPU setelah melakukan beberapa tahapan verifikasi. Selanjutnya menanti proses kampanye hingga pencoblosan. Entah siapa dari tiga pasangan ini, yang nantinya terpilih dan memimpin Kabupaten Sampang hingga lima tahun ke depan.

Namun, siapapun yang nantinya terpilih, tugas berat dan tantangan sudah jelas nampak di depan mata. Salah satu contoh yakni penanggulangan banjir yang tak kunjung tuntas.

Terbukti, warga Sampang, khususnya yang tinggal di kawasan kota sudah belasan tahun menderita akibat dampak banjir tahunan yang tak bisa diatasi. Di sisi lain, saat kemarau tiba ratusan desa mengalami kekeringan dan masih banyak lagi masalah-masalah yang terjadi.

"Selaku rakyat Sampang, kami berharap siapapun bupati atau wakilnya, bisa membawa perubahan dan meningkatkan kesejahteraan. Bukan janji-janji saat kampanye. Akan tetapi rakyat butuh bukti," kata Rahmad Kurniawan, pemuda yang tinggal di Kelurahan, Delpenang, Sampang, Kamis (11/1/2018).

Rahmad juga mengatakan, kemarin tiga pasangan bakal calon bupati dan wakilnya, diantar dengan puluhan mobil mewah. Itu menunjukan jika calon pemimpin Sampang, sebenarnya dari golongan orang mampu secara materi. Sehingga, jika nanti terpilih pasti membawa perubahan secara keseluruhan dan bukan untuk kepentingan satu golongan saja.

"Dari balihonya, ada yang mengakatan, bangkit, siap membangun dan mengubah Sampang. Semoga itu bukan hanya tulisan semata, namun bentuk komitmen jika nanti terpilih," tegasnya.

Sementara itu, Moh Sinol, warga Kelurahan Rongtengah juga berharap jika bupati dan wakil bupati terpilih nanti, diharapkan lebih baik dari pemimpin yang sebelumnya. Karena selama ini, Sampang tercatat sebagai 10 daerah tertinggal di Indonesia.

"Warga harus cermat dan pandai memilih calon pemimpin. Agar kita semua bisa berubah, memang kita berada di daerah tertinggal, tapi cara berfikir kita harus modern," ujarnya.

Sekadar diketahui, dari tiga pasangan ini, dua calon bupati yakni dari kalangan legislatif dan satu orang dari birokrasi. Sedangkan untuk tiga wakilnya, yakni dari anggota dewan, pengusaha dan kepala desa. [sar/but]

Komentar

?>