Rabu, 18 Juli 2018

Mensos Gendong Anak Shodiqun Pendamping PKH yang Gugur Dalam Tugas

Senin, 01 Januari 2018 00:09:24 WIB
Reporter : Fahrizal Tito
Mensos Gendong Anak Shodiqun Pendamping PKH yang Gugur Dalam Tugas

Surabaya (beritajatim.com) - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengunjungi keluarga almarhum Shodiqun (39), pendamping sekaligus koordinator kecamatan (Korcam) Program Keluarga Harapan (PKH) yang gugur saat bertugas di Desa Duri Kulon, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, Sabtu (30/12) malam.

Kehadirannya Mensos langsung disambut isak tangis istri almarhum dan keluarganya serta rekan-rekan Shodiqun sesama pendamping PKH. Terlebih sepeninggal Shodiqun, Khofifah terlihat sangat terpukul, karena ia melihat ketiga anak almarhum yang belum dewasa.

Tak lupa Khofifah langsung menggendong anak bungsu Shodiqun untuk memberi sentuhan kasih sayang dan penguat semangat.

"Mudah-mudahan anak-anaknya diberi Allah Swt kemudahan dalam mencari ilmu yang setinggi-tingginya. Dijadikan anak yang saleh salihah, manfaat berkah," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Mensos juga berpesan kepada pendamping PKH lainnya agar tetap menjaga kekompakan dan meneladani Sodiqun yang terbukti memiliki integritas serta totalitas dalam bertugas.

"Semoga keteladanan Pak Sodikun menjadi spirit bagi kita semua, karena ini tugas (menjadi pendamping PKH) sangat mulia. Dalam catatan terakhir di laptop dan tasnya ternyata hati almarhum ada di PKH. Keikhlasnnya untuk memberikan sapaan program ini menjadi satu hal yang harus kita hargai semuanya. Insyaallah menjadi catatan amal saleh beliau," kata Khofifah.

Ketua Muslimat NU itu menambahkan, pendamping PKH merupakan frontliner, titik terdepan dari pengentaskan kemiskinan. Maka pada 19 Desember lalu, Kemensos memberikan penghargaan bagi mareka yang lebih dulu dipanggil dalam melaksanakan tugas.

"Mudah-mudahan mereka semua dipanggil Allah Swt dalam keadaan khusnul khotimah," ucapnya.

Sebelum pamit, Khofifah memberikan santunan yang disebutnya sebagai sapaan duka cita.

Diketahui, meninggalnnya Shodiqun karena tersambar petir dalam perjalanan usai mengurus ATM para KPM (Keluarga Penerima Manfaat) peserta PKH, Kamis, 21 Desember lalu. Hal itu terlihat dari tas yang ditemukan di samping almarhum berisi laptop dan berkas-berkas PKH.
 
Hadi Purwanto, salah seorang teman Shodiqun yang juga pendamping PKH menuturkan, almarhum adalah pribadi yang bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas. Selalu bersemangat dan tak pernah mengeluh.

“Kami bersama teman-teman sesama pendamping PKH merasa sangat kehilangan atas kepergian beliau. Saat mengetahi kejadian itu, Kami hampir tidak percaya Pak Shodiqun meninggal. Beliau orang baik dan rajin dalam bertugas," tambah Korkab PKH Kabupaten Lamongan, Dwi Hari.

Sementara Suwasih, istri Shodiqun menambahkan kalau almarhum adalah ayah yang penyabar, tidak pernah marah kepada anak-anaknya.  “Atas nama keluarga almarhum, kami mohon maaf bila suami saya punya kesalahan, serta mohon doanya,” katanya. (ito/kun)

Komentar

?>