Sabtu, 20 Januari 2018

BPBD Sidoarjo Gladi Lapang dan Posko di Bungurasih

Minggu, 17 Desember 2017 10:00:31 WIB
Reporter : M. Ismail
BPBD Sidoarjo Gladi Lapang dan Posko di Bungurasih

Sidoarjo (beritajatim.com) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo bersama Universitas dr Soetomo (Utomo) Surabaya, menggelar Gladi Lapang dan Gladi Posko Penanganan Bencana di gedung serba guna Bungurasih Kecamatan Waru, Minggu (17/12/2017).

Hadir dalam acara itu, Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Saifuddin, Kapolresta Sidoarjo Kombespol Himawan Bayi Aji, dan Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Inf Fadli Mulyono, Kepala BPBD Dwijo Prawito, Kadin PUPR H. Sigit Setyawan dan pejabat lainnya.

Dalam gladi ini, selain melibatkan relawan dari BPBD, mahasiswa Unitomo dan juga unsur masyarakat lainnya. Semua relawan dan tim penanggulangan bencana ikut terlibat dalam simulasi penanganan bencana banjir yang menerjang kawasan Bungurasih.

Para relawan dan mahasiswa berjibaku melakukan pertolongan kepada masyarakat yang terkena musibah. Mulai melakukan evakuasi penduduk, penanganan khusus untuk ibu sedang hamil dan sakit parah, serta menyelamatkan penduduk yang terjebak dalam kesulitan saat banjir menenggelamkan rumah warga.

Posko kesehatan, posko penyelamatan dan dapur umum, juga didirikan oleh pihak terkait untuk pengobatan masyarakat yang menderita sakit atas datangnya musibah banjir tersebut.

Menurut Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Saifuddin gladi dan simulasi ini penting dilakukan sebagai pembekalan dalam penanganan banjir di wilayah Sidoarjo. "Dalam menyikapi tadi, tim sudah tanggap, cepat dan tepat," katanya.

Selain penanganan bencana banjir, pemerintah juga melakukan pencegahan dengan program jangka panjang dan jangka pendeknya. Jangka panjang tentunya melakukan normalisasi sungai dan sebagajnya. "Masyarakat juga kita ajak dapat pencegahan banjir seperti tidak membuang sampah di sungai dan lain sebagainya," imbuhnya.

Kepala BPBD Kabupaten Sidoarjo Dwijo Prawito menegaskan, BPBD Sidoarjo saat ini masih berstatus siaga bencana. "Semua wilayah Sidoarjo masuk dalam siaga bencana, namun spot spot tanggap darurat masih di wilayah Porong," tukasnya.

Hj Eni Rosada Hartiwi kepala desa Bungurasih mengaku bangga wilayah dan masyarakatnya, turut ditunjuk dan dilibatkan untuk simulasi penanganan banjir. "Dengan gladi ini, masyarakat akan faham, jika sewaktu waktu ada bencana banjir di Bungurasih," terang.

Sementara itu, Hendro Wardono selaku Ketua Pusat Studi Bencana dan Lingkungan Unitomo menjelaskan, praktik  penanganan bencana harus cepat dan tepat. Relawan termasuk seperti mahasiswa Unitomo yang datang menjadi tim, harus membantu masyarakat yang terkena musibah bencana.

"Penduduk yang ditolong dan berhasil dievakuasi, zonanya juga harus aman. Dengan begitu penanganan penyelamatan dan penanganan medis yang dibutuhkan akan berjalan dengan baik," pungkasnya. (isa/kun)

Berita Terkait

    Komentar

    ?>