Jum'at, 19 Januari 2018

TNI AU Sukses Uji Coba Bom P-250

Jum'at, 15 Desember 2017 22:04:12 WIB
Reporter : Pramita Kusumaningrum
TNI AU Sukses Uji Coba Bom P-250

Magetan (beritajatim.com) - TNI AU berhasil menguji coba bom P-250 (Live) buatan dalam negeri. Empat buah bom dengan berat masing-masing 250 kilogram tersebut, dibawa dari landasan Lanud Iswahjudi Maospati Magetan.

Dan berhasil dijatuhkan tepat ke titik sasaran di air weapon range (AWR) Pandanwangi, Kabupaten Lumajang, Jumat (15/12/2017). 

Keberhasilan uji coba bom hasil pengembangan Dinas Penelitian dan Pengembangan (Dislitbang) TNI AU bekerjasama dengan PT Sari Bahari ini menjadikan TNI AU semakin mandiri dalam penyediaan alutsista strategis, dan tidak bergantung dari luar negeri.

"Ini murni produksi anak bangsa, dan ini bisa untuk memenuhi kebutuhan pesawat Sukhoi 30 TNI AU," ujar Komandan Pangkalan Udara Iswahjudi Madiun, Marsekal Pertama TNI Samsul Rizal saat memberikan penjelasan kepada wartawan.

Dia menjelaskan, dua pesawat tempur Sukhoi 30MK milik TNI AU terbang dalam tiga sortie, dan di tiap sortie masing-masing pesawat membawa dua unit bom seberat seperempat ton tersebut.

Bom P-250, lanjut dia,  buatan dalam negeri ini dikatakan sudah terintegrasi dengan sistim komputer pesawat tempur Sukhoi TNI AU sehingga saat dijatuhkan dari ketinggian sekitar 2.000 meter, mencapai sasaran sangat akurat.

Sementara, Rickykata Hendrik Egam dari PT Sari Bahari mengatakan, hasil uji coba tadi with excellent trajectory and accurately. Semua tembakan berhasil inside CEP (circular error probable). Bahkan satu bom ada yang bulls eye.

Kualitas bom pesawat Sukhoi buatan Malang ini bahkan diklaim lebih baik dibandingkan bom sejenis produksi negara asal pesawat Sukhoi.

PT Sari Bahari sendiri menurut Ricky Egam, saat ini mampu memproduksi antara 250-300 unit bom P-250 L dalam sebulan. 

Jumlah ini menurutnya dapat ditingkatkan hingga tiga kali lipat, bergantung dari pesanan TNI AU sebagai pengguna.

"Dengan kemampuan pemenuhan dalam negeri ini, maka pilot-pilot tempur TNI AU bisa semakin sering berlatih tanpa harus takut terkena embargo. Apalagi dari sisi harga bisa lebih bersaing," ujar Ricky.

Selain memproduksi bom jenis P-250, PT Sari Bahari juga telah mampu memproduksi bom P-100 dengan berat 100 kilogram. 

Bom-bom buatan Indonesia ini dikatakan diminati oleh angkatan udara negara-negara tetangga yang memiliki armada tempur Sukhoi. 

Namun karena belum mendapatkan ijin ekspor dari pemerintah, bom tersebut masih belum diekspor. [mit/ted]

Tag : tni au

Komentar

?>