Kamis, 19 Juli 2018

Rakyat Puas Kerja Gus Ipul Dampingi Pakde Pimpin Jatim

Jum'at, 15 Desember 2017 08:25:52 WIB
Reporter : Rahardi Soekarno J.
Rakyat Puas Kerja Gus Ipul Dampingi Pakde Pimpin Jatim

Surabaya (beritajatim.com) - Pemerintahan Pakde Karwo-Gus Ipul boleh berpuas diri. Hasil survei terbaru yang dilakukan Surabaya Survey Centre (SSC) secara umum menunjukkan bahwa masyarakat Jawa Timur cukup puas dengan proses pemerintahan yang dipimpin oleh duet Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) tersebut.

Sebanyak 55,3 persen responden menganggap Pakde Karwo dan Gus Ipul telah sukses memimpin Jawa Timur, apabila dibandingkan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim pendahulu mereka berdua.

Dan, sebesar 60,5 persen responden juga merasa puas dengan kepemimpinan Pakde Karwo sebagai Gubernur Jatim selama dua periode. Hal yang sama juga berlaku bagi Gus Ipul. Ada 55,3 persen responden mengaku kinerja Ketua PBNU yang saat ini tengah mengejar kursi gubernur tersebut sangat memuaskan selama dua periode sebagai wagub pasangan Pakde Karwo.

"Meskipun demikian, para responden memandang sudah ada pekerjaan rumah (PR) besar yang menanti bagi sosok pemimpin Jatim selanjutnya. Kemiskinan, pembangunan, pendidikan, dan lapangan kerja menjadi empat besar sektor yang perlu diutamakan untuk mendapatkan pembenahan," tegas peneliti senior Surabaya Survey Center (SSC) Imam Sofyan kepada wartawan.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan SSC, sebanyak 25,6 persen responden menganggap perlu adanya program baru untuk mengentaskan kemiskinan. Kemudian, 20,1 persen responden lainnya menginginkan adanya pembenahan dalam sektor pembangunan infrastruktur.

Sementara, secara berturut-turut, pendidikan gratis dan pengadaan lapangan kerja dipandang oleh 17,9 persen dan 12,1 persen responden penting untuk mendapatkan perhatian khusus ke depannya.

Menurut dia, pembangunan memang sudah seharusnya menjadi fokus bagi pemimpin Jatim yang baru nanti. Hal tersebut dikarenakan, kesenjangan pembangunan hingga saat ini masih jamak terjadi di Jatim.

"Kabupaten yang masih jauh tertinggal apabila dibandingkan dengan daerah lainnya ini masih ada. Misalnya, Sampang dan Bangkalan. Kenapa bisa mereka menjadi tertinggal? Ini berkaitan juga dengan tingginya angka kemiskinan di sana, rendahnya taraf pendidikan sebagian masyarakat, serta minimnya kemampuan masyarakat di sana," kata Imam.

Dosen Universitas Trunojoyo Madura (UTM) ini juga menilai bahwa penanganan bencana sebaiknya turut menjadi fokus bagi pemerintahan yang baru kelak. Sebab, perlu ada perlakuan dari pemerintah kepada daerah-daerah rawan bencana di Jatim, seperti Sampang yang menjadi langganan banjir.

"Sumber daya alam juga harus menjadi perhatian. Jangan sampai ada daerah dengan potensi SDA tinggi, justru malah terpuruk ekonominya. Lagi-lagi, ini terjadi di Sampang dengan potensi migasnya, tapi masyarakat di sana terpuruk secara ekonomi," tambahnya.

Di sisi lain, lanjut Imam, yang terpenting adalah bagaimana gubernur dan wakil gubernur yang terpilih kelak mampu menjaga keutuhan masyarakat Jawa Timur secara sosial-politik pasca pilgub Jatim 2018.

"Jangan sampai masyarakat terjebak dan terpecah akibat politik ataupun hal-hal lainnya. Karena Jatim ini acapkali menjadi barometer politik nasional. Sudah pasti, pemimpin Jatim yang baru kelak harus mampu menjadikan pergerakan dan kebijakan politik sebagai edukasi publik yang mampu mendorong partisipasi warga. Kemampuan untuk memahami peta sosial politik masyarakat menjadi penting untuk itu," pungkasnya.

Data itu diperoleh melalui survey yang dilakukan oleh Surabaya Survey Center di 38 kabupaten/kota di Jatim pada kurun waktu 25 November-8 Desember 2017. Survey tersebut dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan 940 responden. Tingkat kepercayaan dari hasil tersebut sebesar 95 persen dengan margin of error 3,2 persen. [tok/suf]

Tag : pilgub jatim

Komentar

?>