Jum'at, 15 Desember 2017

Hibah APBD Jember Belum Cair, Frekuensi Turnamen Cabor Berkurang

Kamis, 07 Desember 2017 16:40:43 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Hibah APBD Jember Belum Cair, Frekuensi Turnamen Cabor Berkurang

Jember (beritajatim.com) - Belum terealisasinya anggaran hibah dari APBD Kabupaten Jember, Jawa Timur, tahun ini, menyebabkan frekuensi keikutsertaan atlet cabang olahraga berprestasi di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dalam sejumlah turnamen dan kejuaraan berkurang drastis.

DPRD dan Pemerintah Kabupaten Jember sudah sepakat menggelontorkan dana hibah Rp 4 miliar dari APBD 2017 kepada KONI. Namun hingga saat ini, dana hibah itu belum terealisasi. Ini berdampak pada menurunnya intensitas kegiatan.

"Kemudian gairah atlet untuk berprestasi turun. Sering kami ditanya saat ada even olahraga di tingkat provinsi: kenapa kok Jember sekarang jarang ikut," kata Ketua KONI Jember Ahmad Halim.

Halim menyebut rata-rata penurunan frekuensi keikutsertaan dalam turnamen di semua cabang olahraga berprestasi tahun ini mencapai separuh jika dibandingkan tahun sebelumnya. "Kekuatan kami membiayai kegiatan kan menunggu bantuan hibah. Sementara hibah belum turun, otomatis kami, pengurus cabang olahraga, urunan. Di tengah jalan otomatis kelimpungan tidak mampu membiayai terus-menerus untuk kegiatan mengikuti perlombaan di provinsi maupun daerah," jelasnya.

Tahun ini, KONI Jember berencana menggelar Piala Bupati. "Tapi tidak disetujui. Ada juga beberapa kegiatan cabor yang diambilalih kegiatannya oleh Dinas Pemuda dan Olahraga, seperti turnamen sepak bola Liga Desa. Saya dengar akhir bulan Dispora juga menggelar kegiatan bina raga," kata Halim. Ada beberapa kegiatan cabang olahraga yang diambil alih Dispora selain bina raga dan sepakbola, antara lain bola voli. pencak silat.

Halim mengkritik diambilalihnya kegiatan cabang olahraga dari KONI oleh pemerintah daerah. Menurutnya, KONI seharusnya independen. Dia mencontohkan pelaksanaan Liga Desa di akhir November hingga pertengahan Desember 2017. "Kesannya Askab PSSI dipaksakan (untuk menyelenggarakan)," katanya. [wir/kun]

Komentar

?>