Sabtu, 16 Desember 2017

Debat Keras DPRD Surabaya Selamatkan PKL dari Penggusuran

Rabu, 06 Desember 2017 17:48:41 WIB
Reporter : Arif Fajar Ardianto
Debat Keras DPRD Surabaya Selamatkan PKL dari Penggusuran

Surabaya (beritajatim.com) - Sejumlah PKL yang menempati lahan Jalan Bongkaran Surabaya melaporkan tindakan penggusuran yang dilakukan olah Satpol PP Surabaya.

Mereka meminta kebijaksanaan kepada anggota Dewan untuk menghentikan penggusuran tersebut.

Permintaan itu disampaikan dewan dalam hearing di komisi A yang dihadiri para PKL Jl Bongkaran dan Satpol PP Kota Surabaya.

Wakil Ketua Komisi A  Adi Sutarwijono mengatakan persoalan ini pelik karena harus mengakomodir kepentingan pemerintah kota dan kepentingan para pedagang.

"Karena itu kita tawarkan solusi agar pedagang dibolehkan berdagang tapi hanya memajang contoh botol bekas jualannya, tidak menjadikan tempat itu sebagai penyimpanan barang dagangan" ujarnya.

Awi sapaan akrab Adi Sutarwijono juga meminta agar penertiban PKL di Jl Bongkaran dihentikan dulu sampai persoalan ini ada solusi yang tepat melalui pembicaraan dengan pihak terkait.

Sementara itu anggota Komisi A Budi Leksono menambahkan, pedagang botol bekas di Jl.Bongkaran sudah menjadi ikon.

"Kalau mencari botol bekas dengan berbagai macam model ya disitu tempatnya, jadi kita berharap agar mereka tetap bisa berjualan dan jangan ditelantarkan" tegasnya.

Disisi lain Kepala Satpol PP Kota Surabaya,  M Irvan menegaskan kalau penertiban tetap dilanjutkan, untuk normalisasi jalan.

"Atas permintaan dewan agar pedagang dibolehkan tetap berjualan, bukan kapasitas saya mengiyakan" kata Irvan. Mantan Kabag Pemerintahan Pemkot Surabaya itu menambahkan, penertiban itu sudah ada permintaan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) pemkot Surabaya sejak 2 tahun lalu untuk pelebaran Jl.Waspada, karena keberadaan pedagang itu dianggap mengganggu jalan karena tumpukan pallet, drum dan barang-barang dagangannya.

Hearing itu sempat diwarnai perdebatan keras antara Wakil Ketua Komisi A Adi Sutarwijono dengan Kasatpol PP M.Irvan atas sikapnya yang tetap melanjutkan penertiban. Politisi PDIP yang akrab disapa Cak Awi itu menegaskan kalau penertiban tetap dilajutkan maka aksi itu juga harus dilakukan ditempat lainya, yang artinya akan menimbulkan persoalan sosial nantinya.

Hasil dari hearing kali ini membuahkan hasil, Satpol PP menghentikan sementara pembongkaran sembari menunggu solusi lebih lanjut. (rif/ted)

Komentar

?>