Senin, 18 Desember 2017

Gus Ipul: Jadi Gubernur Jangan Sok Jago dan Gaya

Senin, 04 Desember 2017 11:02:28 WIB
Reporter : Rahardi Soekarno J.
Gus Ipul: Jadi Gubernur Jangan Sok Jago dan Gaya
Gus Ipul dan Ketua PPP Jatim, Musyafak Noer. [Foto: Antok/bj.com]

Surabaya (beritajatim.com)--Wagub sekaligus cagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa untuk membangun sebuah provinsi tidak semudah yang digembar-gemborkan sebagian orang. Membangun sebuah provinsi tidak bisa hanya dilakukan dengan menebar bantuan dan uang.

"Kalau hanya kasih uang, ke mana-mana kasih sumbangan, kasih program itu siapa saja bisa melakukan. Tidak perlu berilmu tinggi, siapa pun bisa," kata Gus Ipul di hadapan peserta Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) PPP Jatim di Hotel Aria Centra Surabaya, Minggu (3/12/2017) malam.

Menurut Gus Ipul, kekuatan keuangan pemerintah provinsi sangatlah terbatas. Hal ini berbeda dengan keuangan pemerintah pusat yang bisa menggunakan program-program bantuan langsung ke masyarakat.

"Karenanya, jadi gubernur tidak bisa sok jago dan banyak gaya. Apalagi sok paling bisa mengatasi kemiskinan, karena pemerintah provinsi tidak memiliki anggaran cukup untuk membagi uang ke masyarakatnya," tegasnya.

"Saya selalu teringat pesan para kiai, termasuk para kiai PPP. Para kiai selalu berpesan, jangan sok jago kalau jadi gubernur. Selalu ajak semua pihak bekerja bersama dan mintalah pertolongan kepada Allah," imbuh Gus Ipul.

Permintaan pertolongan kepada Allah inilah, yang selama ini telah dia lakukan bersama Gubernur Jawa Timur Soekarwo dengan cara menutup seluruh lokalisasi di Jawa Timur yang jumlahnya mencapai 47 lokalisasi. Dengan memberantas kemaksiatan, maka pertolongan dari Allah diharapkan bisa diraih, sehingga pembangunan bisa dilakukan dengan baik.

Selama memimpin Jatim, Gus Ipul bersama Pakde Karwo setidaknya hampir setiap tahun mampu meraih 24 penghargaan atau rata-rata setiap bulan mendapatkan dua penghargaan. "Banyak penghargaan, tapi bukan berarti tidak ada kekurangan. Setidaknya ada tiga masalah yang masih menjadi pekerjaan rumah dan harus diselesaikan," ujar cagub yang diusung PKB-PDIP dan berpasangan dengan Abdullah Azwar Anas ini.

Tiga masalah itu di antaranya adalah jumlah kemiskinan. Selama 10 tahun bersama Pakde Karwo memimpin Jawa Timur, kemiskinan sebenarnya telah berkurang drastis dari 16 persen saat awal kepemimpinan Pakde Karwo-Gus Ipul menjadi 11,7 persen.

"Angka 11,7 persen ini memang masih besar. Tapi Jatim adalah provinsi dengan kontribusi penurunan kemiskinan terbesar. Inflasi di Jatim juga selalu terkendali. Banyak daerah yang juga luar biasa, salah satunya Banyuwangi, di mana pengurangan kemiskinannya adalah yang tercepat," tuturnya.

Pengalaman seperti Banyuwangi inilah yang nantinya bisa ditiru untuk diterjemahkan di level Jawa Timur. "Jadi Jatim itu butuh pemimpin yang berpengalaman, bukan sekadar banyak omong dan bagi-bagi uang dan program. Kalau hanya membagi uang semua bisa. Tapi Jatim ini butuh inovasi seperti Banyuwangi," tukasnya.

Pengangguran juga menjadi PR, di mana saat ini secara terus- menerus dikurangi dengan membuka banyak pendidikan vokasional serta memperbanyak pelatihan kerja bagi para lulusan SMK, SMA dan MA.

"Para petani kita juga polanya juga harus diubah. Selama ini petani menjual gabah ke kota dan mereka membeli beras dari kota. Saat ini kontribusi pertanian kita baru 13 persen, ini yang harus ditingkatkan," jelasnya.

Sementara itu, dalam kesempatan berbicara di hadapan ratusan kiai dan pengurus PPP se-Jatim, Gus Ipul juga sempat meminta izin agar tetap bisa bersilaturrahmi dengan mereka. Bahkan meski kelak rekomendasi PPP tidak diberikan kepadanya, namun silaturrahmi dengan para kiai PPP tetap akan dia lakukan.

"Nanti meskipun saya tidak diundang, tapi kalau para kiai PPP adakan haul misalnya, saya tetap akan datang. Karena saya sudah dari dulu dekat dengan para kiai. Ada kesamaan hati saya dengan PPP," ujarnya.

Gus Ipul mengaku selama ini ke PPP bukan hanya menjelang pilkada. Sudah sejak lama, silaturahmi dengan para kiai dan pengurus PPP dilakukan. Bahkan untuk menjaga silaturrahmi ini, ketika PPP membuka pendaftaran bakal calon gubernur, Gus Ipul juga mendaftar.

"Meskipun saya tahu belum tentu PPP memberikan rekomendasi, tapi ini semata untuk mengajak PPP bersama dan menjaga silaturrahmi yang selama ini telah terjalin. Hati saya itu sebenarnya PPP," kata Gus Ipul yang disambut tepuk tangan meriah para kiai dan pengurus PPP.

Menanggapi pernyataan Gus Ipul ini, Ketua DPW PPP Jatim Musyafak Noer bahkan sempat mengatakan secara terang benderang di depan forum. "Para kiai dan pengurus PPP sebenarnya mengharapkan Gus Ipul," ujar Musyafak.

Bahkan Musyafak sempat nyeletuk. "Bagaimana kalau rekomnya untuk Gus Ipul, DPW saja yang kasih rekom?," tanyanya. Ungkapan Musyafak ini pun langsung mendapatkan tepuk tangan dan ucapan setuju dari ratusan kiai dan pengurus PPP. [air/tok]

Tag : pilgub jatim

Komentar

?>