Sabtu, 16 Desember 2017

Walikota Mojokerto Bantah Terlibat Kasus Dugaan Suap ke Pimpinan DPRD

Jum'at, 24 Nopember 2017 10:19:13 WIB
Reporter : Misti P.
Walikota Mojokerto Bantah Terlibat Kasus Dugaan Suap ke Pimpinan DPRD

Mojokerto (beritajatim.com) - Meski membenarkan statusnya saat ini sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), namun Walikota Mojokerto, Mas'ud Yunus mengaku tidak terlibat dalam kasus dugaan suap kepada pimpinan DPRD Mojokerto. Hal tersebut ditegaskan usai memberangkatkan peserta jalan sehat HUT Korpri ke 46.

"Saya tidak pernah memberikan perintah, tidak pernah memberikan janji kepada dewan. Itu fakta di persidangan tapi tampaknya keterangan saya terabaikan. Tapi ya sudahlah, itu proses hukum yang saya lakukan dan harus saya jalani," ungkapnya, Jum'at (24/11/2017).

Masih kata orang nomor satu di Kota Mojokerto, penetapannya sebagai tersangka kasus dugaan suap kepada pimpinan DPRD Mojokerto dari keterangan saksi dan bukti di persidangan. Walikota menegaskan, jika keyakinan majelis hakim lebih tertujuh pada rekaman yang disajikan di persidangan.

"Rekaman Wiwied (mantan Kepala PUPR, red) yang bicara dengan saya dan merekam tanpa sepengetahuan saya. Saya tidak membaca secara lengkap, dalam persidangan saya hanya tahu ada rekaman dan beberapa saksi yang menunjukan pertemuan dengan saya," katanya.

Walikota menjelaskan, pada tanggal 5 Juli lalu pimpinan DPRD Kota Mojokerto bertemu dengan walikota dan menagih fee dan jasmas. Namun walikota mengarahkan agar ke Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Walikota mengaku akan berkoordinasi dengan kuasa hukum terkait kasus hukum yang menjeratnya saat ini.

"Soal pra pradilan, saya akan kosultasi dengan penasehat hukum saya. Sepanjang ada kesempatan, saya akan mengawal ini sampai prosesnya seperti apa. Saya sebagai warga bangsa harus taat hukum dan sampai hari ini, saya belum diperiksa. Hanya surat pemberitahuan status saya sebagai tersangka saja," pungkasnya.[tin/kun]

Komentar

?>