Senin, 18 Desember 2017

IPOL: Zonder Kader di Pilgub Jatim, Parpol Gagal Kaderisasi

Rabu, 22 Nopember 2017 06:59:41 WIB
Reporter : Rahardi Soekarno J.
IPOL: Zonder Kader di Pilgub Jatim, Parpol Gagal Kaderisasi

Surabaya (beritajatim.com) - Lembaga IT Riset Politik (IPOL) berani menyatakan bahwa parpol yang ada di Jatim telah gagal melakukan proses kaderisasi dan memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat.

Ini karena pasangan calon sementara ini yang maju di ajang pilgub Jatim 2018, semuanya bukan kader asli parpol alias zonder kader. Baik itu pasangan Gus Ipul-Mas Anas (PKB-PDIP) dan Khofifah-Emil Dardak (Demokrat-Golkar-PPP-NasDem dan Hanura).

"Majunya Emil Dardak yang diusung Demokrat untuk mendampingi Khofifah, makin menunjukkan gagalnya parpol melakukan kaderisasi dan pendidikan politik. Tak ada kader parpol yang murni ikut pertarungan pilgub. Harapan tinggal pada poros ketiga, Gerindra-PAN-PKS memajukan kadernya sendiri," tegas Senior Advisor IPOL Indonesia, Maman Suherman (Kang Maman) kepada wartawan saat 'Jumpa Pers Riset Media dan Literasi Politik' yang digelar di Warung Mbah Cokro Surabaya, Selasa (21/11/2017) malam.

Dirinya khawatir pada pilkada-pilkada ke depan, banyak orang tidak percaya lagi kepada partai dan memberanikan diri untuk maju calon independen atau perseorangan. "Di beberapa pilkada, kader yang telah berdarah-darah berjuang membesarkan partai akhirnya tidak mendapatkan tiket untuk running maju. Partai lebih memilih orang luar yang popularitas dan elektabilitasnya lebih tinggi," tukasnya.

Keputusan Demokrat mengusung Emil Dardak sebagai pendamping Khofifah memang mengubah konstelasi politik yang selama beberapa pekan terakhir sempat membeku. Poros ketiga atau poros tengah yang juga mengincar Emil Dardak sebagai cagubnya, menjadi kehilangan 'impian'.

"Arah politik dari partai politik semakin jelas dan mengerucut, sebab ada dua pasangan calon yang resmi untuk maju dalam pilgub Jatim 2018," imbuh CEO IPOL Indonesia Petrus Hariyanto.

Keputusan Demokrat untuk mengusung Emil Dardak yang bukan merupakan kader partai ini sebelumnya sudah diprediksi oleh IPOL Indonesia. "Kami menggunakan metodologi riset politik yang berbasis data IT yang dicollect media massa, hasilnya Emil Dardak tertinggi dan layak menjadi wakil Khofifah, dibandingkan nama Ipong Muchlisoni dan Hasan Aminuddin," ujarnya.

Dia juga mengatakan keputusan Khofifah menggandeng Emil Dardak sudah bisa diprediksi, sebab merupakan momentum untuk menggaet pemilih pemula sangat tepat.

"Generasi Y dan Z tidak mengenal sosok Khofifah atau Gus Ipul, mereka lebih mengenal sosok Azwar Anas dan Emil Dardak sebagai sosok bupati milenial. Kalau Gus Ipul atau Khofifah menang, itu artinya ada sumbangan 34 persen dari suara anak muda yang memilih Azwar Anas atau Emil Dardak," tutur Maman menambahkan.
 
Maman juga menggarisbawahi tentang lemahnya posisi parpol untuk mengusung kadernya. Sejumlah nama petinggi partai justru tidak diusung dalam kontestasi pilgub Jatim.

"Kondisi ini bisa jadi indikasi bahwa di Jawa Timur telah terjadi krisis kepemimpinan. Artinya, kader partai politik tidak memiliki kepercayaan diri untuk maju bersaing dalam kontestasi pilgub," tukasnya.

Fenomena krisis kepemimpinan di Jatm juga dijelaskan Petrus Hariyanto, ketika berbicara tentang potensi tiga paslon yang akan bersaing di pilgub Jatim (jika muncul poros ketiga). Manuver politik yang dilakukan sisa parpol yakni Gerindra, PAN dan PKS praktis belum menyebut kader parpol.

"Hanya PAN yang konsisten mengusung kader partai, ada Masfuk, Kang Yoto bahkan nama Anang Hermansyah. Namun karena kursi parlemen hanya 7 kursi, PAN cukup realistis untuk memasang kadernya sebagai calon wakil gubernur," katanya.

Siapa saja nama kader partai yang potensial diusung poros ketiga?  Petrus menyebut sejumlah nama seperti Soepriyatno, Anwar Sadad, Masfuk, Kang Yoto bahkan Bambang Harjo yang idealnya dapat diusung oleh parpol.

Hasil Riset IPOL menyebutkan, komposisi cagub-cawagub alternatif poros ketiga mengerucut pada tiga pasangan calon. Hasil ini berdasarkan popularitas, tone, sentimen dan Influencer yang dilakukan oleh IPOL Media Monitoring selama tiga bulan terakhir.

"Kami melakukan simulasi tiga paslon kader parpol ditambahkan La Nyalla. Hasilnya pasangan Bambang Harjo-Masfuk 42 persen, La Nyalla-Kang Yoto 39 persen dan Anwar Sadad-Anang Hermansyah 30 persen. Tren pemberitaan masing-masing personal terus menguat. Sosok Anwar Sadad cukup intens menjadi influencer dalam trending topic pilgub Jatim," pungkasnya. [tok/suf]

Tag : pilgub jatim

Komentar

?>