Sabtu, 16 Desember 2017

Minat Baca di Kabupaten Malang Masih Rendah

Selasa, 21 Nopember 2017 17:31:48 WIB
Reporter : Brama Yoga Kiswara
Minat Baca di Kabupaten Malang Masih Rendah

Malang (beritajatim.com) - Optimalisasi keberadaan perpustakaan umum di Kabupaten Malang, menjadi target utama pemerintah di tempat ini untuk segera diwujudkan.

Minimnya perpustakaan, menjadi salah satu sebab rendahnya minat baca masyarakat. Hal itu disampaikan Bupati Malang, Rendra Kresna, saat membuka kegiatan Koordinasi Pengembangan Dan Pembinaan Perpustakaan Desa/Kelurahan dan Taman Baca Masyarakat (TBM) di Rumah Makan Bojana Puri,  Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Selasa (21/11/2017).

Menurut Rendra di hadapan peserta kegiatan yang diikuti oleh seluruh Kepala Desa dan Lurah serta Camat se-Kabupaten Malang, menjelaskan, permasalahan yang terjadi saat ini adalah rendahnya minat baca. Hal itu menjadikan masyarakat ketinggalan informasi. Jika masyarakat minat bacanya rendah, maka informasi tentang perkembangan-perkembangan yang terjadi saat ini, tidak akan bisa diikuti.

“Namanya ilmu pengetahuan, keterampilan, penguasaan teknologi berkembang sedemikian pesat seakan-akan perkembangan itu mengikuti detik demi detik, bukan tahun demi tahun. Kalau kita tidak bisa mengikuti maka kita akan digilas oleh kemajuan zaman, dimana negara-negara lain sudah mengikutinya sementara kita baru hanya sekedar berkoordinasi,” terang Rendra.

Menurutnya, guna memancing minat baca masyarakat, harus ada perpustakaan terlebih dahulu. Karena selama ini, jumlah perpustakaan di Kabupaten Malang masih sangat minim.

"Harus ada perpustakaannya dulu, gimana kalau tidak ada perpustakaannya. Kalau pun di suatu Desa itu tidak ada perpustakaannya, tapi ada penggiat-penggiat perpustakaan," bebernya.

Rendra melanjutkan, saat ini perlu dilakukan percepatan pembangunan lembaga perpustakaan. Hal itu kembali, untuk meningkatkan minat baca masyarakat.

"Makanya perlu ada rapat koordinasi oleh Camat, Kepala Desa itu terus melakukan percepatan ya pembangunan kelembagaan perpustakaan di desanya. Karena semakin maju perpustakaannya, maka semakin maju pula masyarakatnya," tegas Rendra.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Malang, Sukowiyono, ditempat yang sama menambahkan, saat ini dari seluruh Desa di Kabupaten Malang yang berjumlah 378, baru 25 persen saja yang mempunyai perpustakaan.

"Secara garis besar itu jumlahnya sekitar 25 persen yang baru memiliki perpustakaan, yang lainnya belum," ucap Sukowiyono.

Untuk menindaklajuti permintaan Bupati Malang agar pembangunan kelembagaan perpustakaan di Desa dipercepat, Sukowiyono berharap bisa direalisasikan melalalui Dana Desa.

"Dengan adanya Permendes (Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi) Nomor 19 Tahun 2017 tentang prioritas DD tahun 2018, untuk pembangunan perpustakaan Desa, artinya bisa untuk pembangunan gedung, sarana prasarana, buku, kemudian untuk fasilitas yang lain, itu diperbolehkan," pungkasnya.

Sementara itu,  pada tahun 2012 tercatat ada 57 perpustakaan yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Malang. Apabila di rata-rata jumlah pengunjung perpustakaan di Kabupaten Malang hanya 1.300 orang per bulan dari 3 juta jiwa penduduk Kabupaten Malang. (yog/kun)

Berita Terkait

    Komentar

    ?>