Senin, 18 Desember 2017

Pilgub Jatim 2018

Pengamat: Peluang Cak Nur Dampingi Khofifah Masih Terbuka

Senin, 20 Nopember 2017 19:51:38 WIB
Reporter : Rahardi Soekarno J.
Pengamat: Peluang Cak Nur Dampingi Khofifah Masih Terbuka

Surabaya (beritajatim.com) - Dua nama kepala daerah wilayah mataraman disebut-sebut berpeluang mendampingi Cagub Jatim Khofifah Indar Parawansa untuk menghadapi duet Gus Ipul-Mas Anas pada pilgub Jatim 2018. Mereka adalah Bupati Trenggalek Emil Elistianto Dardak dan Bupati Ponorogo Ipong Muchlisoni.

Sayangnya, hingga saat ini informasi yang diterima beritajatim.com, masih terjadi deadlock di antara pimpinan parpol pendukung Khofifah. Demokrat, Golkar dan PPP dikabarkan sreg dengan Emil Dardak. Sedangkan, NasDem dan Hanura lebih condong ke sosok Ipong.

Nama Inspektur Provinsi Jatim Nurwiyatno (Cak Nur) dinilai sebagai figur alternatif yang layak dipertimbangkan dan bisa memecah kebuntuan politik. Apa kata pengamat?

Pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Surokim Abdussalam menilai, Demokrat Jatim dalam hal ini Pakde Karwo sepertinya lebih prefer mengusung cawagub berlatar belakang birokrat. "Ada beberapa alasan penguat, di antaranya faktor kedekatan dengan Pakde Karwo dan kepentingan untuk melanjutkan program-program Pakde Karwo bisa berkelanjutan. Peluang Nurwiyatno masih terbuka, meskipun harus kerja ekstra keras," tukasnya.

Menurut dia, Demokrat Jatim bisa mengambil jalan tengah untuk mengakomodir kehendak Pakde Karwo dan menyelaraskan dengan kepentingan DPP Partai Demokrat dengan mengambil calon dengan latar belakang birokrat atau kepala daerah yang berhasil.

Peluang Nurwiyatno mendampingi Khofifah, lanjut dia, masih terbuka lebar jika mengacu pada empat indikator. Yakni, bisa disepakati anggota koalisi, mendapat restu dukungan dari tim sembilan kiai, bisa head to head dengan Cawagub Azwar Anas untuk melengkapi kelemahan Khofifah dan dukungan suara publik melalui survey. "Cak Nurwiyatno sepertinya butuh usaha ekstra keras," ujarnya.

Sekadar diketahui, parpol pengusung Khofifah sulit mengambil kesepakatan nama berlatar politisi. Sehingga, memerlukan figur 'netral' yang dapat diterima oleh semua parpol. Khofifah membutuhkan figur birokrat pengalaman yang mampu mengelola pemerintahan dengan baik, karena Jatim adalah provinsi besar.

Selain itu, yang paling tepat mendampingi Khofifah adalah figur nasionalis (kaum abangan) yang memahami budaya Jawa pada khususnya. Nama Cak Nur layak dipertimbangkan karena sosok nasionalis, birokrat pengalaman dan saat ini menjabat Ketua Umum PA GMNI Jatim dengan jaringan bawah luar biasa. [tok/but]

Tag : pilgub jatim

Komentar

?>