Jum'at, 15 Desember 2017

Kemendes Buka 2.000 Hektar Lahan Transmigrasi

Sabtu, 18 Nopember 2017 00:24:31 WIB
Reporter : Yusuf Wibisono
Kemendes Buka 2.000 Hektar Lahan Transmigrasi

Soppeng (beritajatim.com) – Pemerintah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan warga melalui program transmigrasi. Terbaru lahan seluas 2.000 hektare lahan di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan siap menampung para transmigran dari berbagai wilayah Indonesia.

"Bekerja sama dengan Pemkab Soppeng, kami akan membuka lahan seluas 2.000 hektar untuk kawasan transmigrasi," ujar Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo, di sela Kemah Bakti Pertanian 2017, Desa Patampanua, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, Jumat (17/11/2017).

Menteri Eko menjelaskan kawasan transmigrasi ini akan menampung para transmigran dari berbagai daerah. Di antaranya dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan wilayah lainnya maupun dari masyarakat lokal. Di kawasan ini pemerintah menyediakan lahan, fasilitas perumahan, hingga fasilitas sosial.

"Kami berharap agar para transmigran mampu memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan taraf hidup mereka dengan bekerja keras dan tidak mudah putus asa," katanya melalui siaran pers yang diterima beritajatim.com.

Dia mengungkapkan pemerintah terus mendorong program transmigrasi sebagai salah satu solusi untuk mengentaskan kemiskinan yang biasa melanda di kawasan-kawasan padat penduduk. Dengan transmigrasi warga kurang mampu mempunyai harapan dan kesempatan baru untuk bisa lepas dari jerat kemiskinan mereka.

"Di kawasan transmigrasi, pemerintah menyediakan berbagai fasilitas yang jika dimanfaatkan dengan baik akan menjadi pengungkit kesejahteraan para transmigran," katanya menambahkan.

Kemendesa PDTT, lanjut Menteri Eko saat ini giat-giatnya mendorong pengembangan produk unggulan kawasan perdesaan (Prukades) di berbagai kawasan transmigran di Indonesia. Pun begitu dengan kawasan transmigrasi di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan diharapkan juga bisa mengembangkan prukades.

"Nanti kami berkolaborasi dengan lintas kementerian/lembaga, salah satunya dengan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk menyediakan pupuk dan bibit bagi kelompok tani di kawasan transmigrasi yang mau mengembangkan prukades," ujar Eko.

Dia mengungkapkan saat ini pemerintah terus berusaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat perdesaan dengan berbagai program pembangunan. Upaya tersebut dilakukan secara bersama-sama oleh lintas kementerian, lembaga negara, BUMN maupun swasta. Menurutnya berdasarkan arahan Presiden Jokowi Kementerian dan Lembaga harus keroyok bareng-bareng bantu pembangunan di desa-desa.

"Tiga tahun ini total 120 Triliun dana desa sudah dikucurkan. Untuk Kabupaten Soppeng saya dapat bocorannya dari Bapak Bupati, dana desa mencapai Rp2 Milyar, ini ada perhatian khusus," ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut Menteri Eko didampingi Dirjen Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kemendesa PDTT M.Nurdin melakukan penandatanganan prasasti peresmian peningkatan jalan dan jembatan poros transmigrasi Kabupaten Wajo sebesar. 19.820.777.000. Peningkatan akses jalan dan jembatan ini untuk mendorong percepatan roda perekonomian kawasan transmigrasi.

"Kintrans Bekkae Kab Wajo, jumalah warga transmigrasinya sebanyak 750 KK. Mereka punya produk dari Wira usaha Trans, hasilnya seperti home industri dan tanaman pangan. Selain itu ada ada jalan dengan panjang 8,7 KM (konstruksi beton dan hotmix) dan jembatan bentang 14 meter dari dana TP PKTrans tahun 2016 dan 2017," ujar Nurdin.

Bangbang, salah satu warga transmigrasi asal Tasikmalaya, mengaku sangat terbantu dengan program transmigrasi. Dia bertransmigrasi ke Soppeng sejak tahun 2015 lalu. Menurutnya, berbagai fasilitas yang disediakan pemerintah mulai dari lahan, perumahan, fasilitas sosial cukup memadai. Bahkan dirinya bersama para trasmigran lain sangat terbantu ketika pemerintah juga memperbaiki akses jalan untuk memperlancar pengembangan usaha mereka.

"Transmigrasi di sini (Desa Watu) sudah bagus. Dengan bantuan pembangunan jalan dan jembatan akan memperlancar akses bagi petani khususnya dan warga di sini umumnya, karena jalan di sini masih jelek hingga membatasi akses kami dalam pengembangan usaha, namun setelah ada pembangunan jalan dan jembatan ini, semua jadi lebih mudah," ujarnya optimis. [suf]

Tag : menteri desa

Komentar

?>