Senin, 18 Desember 2017

Internal PD RPH Surabaya Kian Memanas, Muncul 'Surat Kaleng'

Jum'at, 17 Nopember 2017 05:57:40 WIB
Reporter : Arif Fajar Ardianto
Internal PD RPH Surabaya Kian Memanas, Muncul 'Surat Kaleng'

Surabaya (beritajatim.com) - Konflik internal Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan (PD RPH) Surabaya kian memanas. Berbagai fitnah dan manuver dilakukan memperkeruh internal PD RPH. Terbaru, beredar surat kaleng melalui media sosial Whatsapp ke seluruh karyawan yang menyudutkan Dirut PD RPH.

Dalam pesan Whatsapp yang berhasil didapatkan beritajatim.com, dari nomor 081703186670 tersebut berisikan foto selebaran yang menuding bahwa Direktur Utama telah melakukan berbagai pelanggaran selama kepemimpinanya.

Tak hanya itu, Whatsapp dari nomor yang tidak diketahui identitasnya tersebut juga menuliskan bahwa info tersebut sudah disampaikan kepada Walikota, Kejaksaan serta DPRD Surabaya. Penulis juga menekankan bahwa Dirut RPH saat ini telah melakukan kejahatan terhadap direksi lama RPH. Pesan tersebut dibubuhi dengan emoticon wajah berkacamata seakan memberi ejekan kepada Dirut RPH.

Saat hal ini dikonfirmasikan kepada salah satu Badan Pengawas (Bawas) PD RPH Agus Hendrawan Budi Sulistyo mengatakan bahwa berdasar pengetahuannya saat ini memang muncul berbagai manuver dari beberapa direksi untuk menjatuhkan direksi yang lain.

"Kalau saya lihat, disharmoni ini belum mereda, bahkan pada level meeting yang dihadiri Asisten II, para narasumber, dan inspektorat" ujarnya.

Agus mengatakan bahwa sempat dilakukan mediasi untuk mendamaikan permasalahn internal tersebut, namun beberapa direksi menolak dan bersikukuh untuk mempertahankan suasana panas ini.

"Sempat ada mediasi tapi beberapa direksi tidak hadir. Juga dalam beberapa rapat mereka menolak hadir. Ini kan aneh. Bagaimana bisa maju perusahaan ini kalau duduk bersama saja sudah tidak mau," keluhnya.

Agus menegaskan bahwa dirinya akan melaporkan hal ini kepada Walikota sebagai pimpinan tertinggi perusahaan daerah tersebut dan berharap masalah internal segera teratasi. "Saya akan bawa masalah ini kepada Walikota," tegas Agus

Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait whatsapp tanpa identitas yang beredar tersebut, Dirut PD RPH Teguh Prihandoko mengaku menyerahkan semuanya kepada aturan yang berlaku. Baginya saat ini yang diperlukan adalah bekerja untuk memajukan PD RPH.

"Saya ndak mau berkomentar banyak. Biarkan saja. Kan nanti bisa dilihat. Kalau soal laporan keuangan, sekarang kan sedang ditangani Kejaksaan hasilnya pasti bisa dilihat," ujarnya singkat.

Seperti diketahui, saat ini internal PD RPH tengah dilanda konflik yang terus memanas. Meski telah berhasil bekerja menstabilkan lonjakan  harga daging saat Hari Raya Idul Fitri lalu, namun perselisihan pada jajaran direksi saat ini tak bisa dibendung. [rif/suf]

Komentar

?>