Rabu, 22 Nopember 2017

Tekel Difabel Pecah, Proyek Trotoar Dihentikan DPRD Jember

Selasa, 14 Nopember 2017 22:13:35 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Tekel Difabel Pecah, Proyek Trotoar Dihentikan DPRD Jember

Jember (beritajatim.com) - Sejumlah titik trotoar untuk lajur difabel (warga yang mengalami cacat) di sekitar kawasan kampus Universitas Jember, Jalan Kalimantan, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, rusak hanya beberapa hari setelah dibangun. Komisi C DPRD Jember menghentikan pembangunan lanjutan dan memutuskan adanya uji laboratorium terhadap bahan-bahan yang digunakan.

"Yang dipasang (sebagai bahan campuran) itu bukan pasir. Kualitas pasir bukan seperti itu. Saya menduga itu tanah urukan. Ini menganggu kualitas paving dan tekel. Tekel itu pecah saat dilewati pejalan kaki," kata Ketua Komisi C Siswono, Selasa (14/11/2017).

Komisi C sudah mengambil sampel di beberapa titik, antara lain depan Pengadilan Negeri Jember dan dekat kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jember. "Nanti akan diuji lab, entah di ITS atau di Universitas Jember. Yang pasti tidak ada niat menghambat proyek. Kami mengedepankan kualitas," kata Siswono.

Siswono mengingatkan, bahwa sejak awal proyek trotoar itu ditujukan menjadi semacam etalase yang memperindah kawasan sekitar kampus. "Namun faktanya, berbalik arah 180 derajat, tidak seperti mimpi indahnya," katanya. Ia berharap masalah kualitas benar-benar dikedepankan.

Proyek pembangunan trotoar ini dibiayai dengan APBD 2017 awal dengan anggaran Rp 4,13 miliar. "Kontraktor seharusnya punya gambaran. Kalau tidak mengejar waktu untuk menyelesaikan, kualitas dikesampingkan, ya seperti ini," kata Siswono.

Siswono mengatakan, jika memang kualitas trotoar tersebut buruk, maka Komisi C akan memerintahkan pembongkaran. "Harus diulang. Ini risiko pemborong," katanya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air Sudarsono membenarkan temuannya tekel yang rusak di trotoar. "Tekel itu untuk lajur kaum difabel. Memang dalam persyaratan, kami mintakan kualitas beton tertentu. Kami akan mengecek ke pabriknya. Tapi memang dalam spesifikasi tidak kami mintakan karakteristik paving stone-nya. Kalau dilintasi kendaraan, (tekel difabel) sudah rusak," katanya.

Menurut Sudarsono, kerusakan bisa dikarenakan pemadatan di bagian bawah tekel kurang dan pemasangan kurang rata. "Ini kami evaluasi bersama, dan memang menjadi tanggung jawab rekanan untuk memperbaiki," katanya.

Sudarsono juga sudah mengevaluasi keterlambatan. "Setiap kali mapping (pemetaan), kami instruksikan menambah tenaga kerja. Kami tidak bosan-bosannya menginstruksikan untuk menambah tenaga kerja agar pembangunan trotoar di Jalan Jawa dan Kalimantan bisa selesai tepat waktu," katanya. [wir/suf]

Komentar

?>