Rabu, 22 Nopember 2017

Pilwali Kediri 2018 Tanpa Pendaftar Jalur Perseorangan

Selasa, 14 Nopember 2017 20:37:24 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
Pilwali Kediri 2018 Tanpa Pendaftar Jalur Perseorangan

Kediri (beritajatim.com) -- Pilihan Walikota (Pilwali) Kediri 2018 mendatang dipastikan bakal sepi calon dari jalur independent. Mengingat, dua bakal calon yang sebelumnya berencana mendaftar menyatakan tidak akan mengikuti pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Mereka Subani, mantan guru sekoah pertanian dan Nadhir, seorang aktivis dari lembaga Tikus Pithi Kediri. Keduanya telah memberikan pemberitahuan mundur karena harus berkonsentrasi dalam Pilihan Gubernur Jawa Timur yang akan dihelat serentak dengan pilwali dan Pilihan Anggota Legislatif (Pileg) 2019 mendatang.

“Pak Subani berkirim SMS dengan isi mohon maaf, kami tidak jadi maju ke pencalonan Pilwali Kediri, karena kami akan mentargetkan mendaftar ke pencalonan anggota DPD Jatim pada saat Pileg,” ujar Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri Agus Rofiq, Selasa (14/11/2017).

KPU mengundang para bakal calon pendaftar dari jalur perseorangan. Undangan tersebut tentang tata cara dukungan ke sistem informasi pencalonan. Tetapi pria yang mengeluti dunia seni pewayangan itu tidak hadir, melainkan menjawab surat undangan dengan pemberitahuan mundur. Hal serupa juga dilakukan oleh Nadhir, bakal calon perseorangan dari lembaga Tikus Pithi Kediri.

“Kalau pak Nadhir, yang berkirim surat dari koordinator Tikus Pithi, intinya sama. Mereka menyampaikan permohonan maaf karena tidak jadi majuu di Pilwali Kediri. Alasannya mau konsentrasi di Pilgub Jawa Timur. Apakah benar begitu, atau tidak, kita juga tidak tahu,” imbuh Agus Rofiq.

Karena keduana menyatakan mundur, pertemuan yang sudah dipersiapkan oleh KPU tersebut batal digelar. Bahkan, saat itu, Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) setempat sudah hadir memenuhi undangan dari KPU untuk ikut serta dalam pertemuan.

Diakui Agus Rofiq, hanya Subani dan Nadhir yang selama ini inten berkomunikasi dengan lembaganya dalam rencana pendaftaran dari jalur independen. Sejak awal tahapan, keduanya kerap datang ke kantor KPU untuk meminta penjelasan mengenai syarat-syarat pendaftaran dan jadwal tahapan Pilwali Kediri.

Sebenarnya, kata Agus Rofiq, ada satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang sempat bertanya-tanya mengenai jalur perseorangan dalam Pilwali Kediri, jauh hari sebelum Subani dan Nadhir. LSM tersebut adalah Ikatan Pemuda Kediri (IPK). Mereka berkomunikasi dengan KPU, pada akhir tahun 2016 silam. Namun, ketika memasuki awal tahapan hingga sekarang ini, LSM IPK tidak pernah muncul lagi di KPU.

KPU Kota Kediri menetapkan waktu penyerahan dukungan untuk bakal calon independen sejak 25 November hingga 29 November 2017 mendatang. Selama rentang waktu itu, bagi setiap orang yang ingin maju dari jalur perseorangan diharapkan menyerahkan syarat dukungannya. Pada Pilwali Kediri 2018, syarat minimal dukungan yang ditetapkan KPU sebesar 20.929 orang.

Setelah dukungan diserahkan, KPU kemudian melaksanakan penelitian syarat administrasi milik bakal calon tersebut. Dalam penelitian ini juga dilaksanakan verifikasi faktual dengan cara mencocokan dengan masyarakat pemberi dukungan yang dibuktikan dengan foto kopi Kartu Tanda Penduduk (KTP). Masa verifikasi ini dilaksanakan hingga akhir bulan Desember 2017 mendatang.

“Setelah kita teliti syarat administrasinya dan kita verifikasi secara faktual, mana yang memenuji syarat dan mana yang tidak, sampai diakhir bulan Desember 2017 mendatang. Baru itu setelah syaratnya kita nyatakan memenuhi, calon bisa melaksanakan pendaftaran ke KPU,” pungkasnya. (nng/ted)

Komentar

?>