Sabtu, 23 Juni 2018

Pilwali Kediri 2018

Pilih Samsul atau Jono, PKB Minta Nasihat Kiai Sepuh

Jum'at, 10 Nopember 2017 10:22:50 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
Pilih Samsul atau Jono, PKB Minta Nasihat Kiai Sepuh
Bacalon Walikota Kediri Sujono Teguh Wijaya. [Foto: nanang/bj.com]

Kediri (beritajatim.com)--Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memiliki mekanisme berbeda dalam penentuan bakal calon walikota dan wakil walikota Kediri 2018. PKB menggelar musyawarah dan istikharah untuk mengetahui calon yang pantas untuk diberi surat rekomendasi.

"Kami masih melakukan musyawarah dan istikharah untuk menimbang dan memutuskan bakal calon yang akan direkom PKB. Dari dua pendaftar, kita musyawarahkan dan kita istikharah," ujar Ketua Dewan Syuro DPC PKB Kota Kediri KH. Muzer Zaidib.

Dalam musyawarah dan istikharah ini, PKB meminta saran dan pertimbangan kiai. Sebab, keputusan PKB harus didasari restu dari para kiai. Mekanisme ini tentu berbeda dengan partai politik lainnya yang umumnya melihat persyaratan administrasi, elektabilitas calon dan hasil fit and proper test.

Ada dua pendaftar bakal calon walikota Kediri yang mengambil dan mengembalikan formulir PKB. Mereka adalah mantan Walikota Kediri Samsul Ashar dan anggota DPRD Kota Kediri Sujono Teguh Wijaya. Keduanya sama-sama memiliki kans besar meraih rekomendasi dari partai berlambang sembilan bintang ini.

Ditambahkan Muzer Zaidib, yang juga anggota DPRD Kota Kediri, dalam mekanisme musyawarah dan istikharah itu melibatkan kiai sepuh di Kota Kediri. Dia menyebut, kiai tersebut berasal dari sejumlah pondok pesantren di Kota Kediri.

Secara terpisah, Sujono Teguh Wijaya, pendaftar PKB mengaku, optimistis merebut rekom partai yang didirikan mantan Presiden KH. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur itu. Baginya, rekom PKB adalah penentuan baginya dalam bursa Pilwali Kediri 2018.

"Apabila saya tidak mendapat rekom PKB, saya akan mundur dari pencalonan. Sebab, saya mencalonkan diri harus mendapatkan restu dari para kiai sepuh, saya harus tunduk kepada para kiai," ucap Sujono, mualaf yang juga pengusaha mebel ini.

Selain mendaftar ke PKB, Pak Jono, panggilan akrabnya, sebenarnya juga daftar ke PDIP Kota Kediri dan PPP. Tetapi dalam perjalanan, politisi Partai Golkar itu mundur dari pencalonan di PDIP, karena tidak puas hanya dijadikan wakil walikota Kediri.

Kendati demikian, Jono memiliki peluang besar diusung koalisi PPP (2 kursi), Hanura (1 kursi), Golkar (3 kursi). Tapi, meskipun secara jumlah kursi telah mencukupi syarat pencalonan, namun Jono tetap mengharapkan memperoleh rekom dari PKB (4 kursi).

Sementara itu, Samsul Ashar, selain mendaftar ke PKB, juga daftar ke PDIP (4 kursi) dan Nasdem (1 kursi). Pria yang berprofesi sebagai dokter itu memiliki peluang besar mendapat rekom PDIP. Mengingat, dari tiga pendaftar hanya tersisa dirinya, setelah Fatmawati dan Sujono Teguh Wijaya, mendur di tengah jalan dalam proses pencalonannya. [air/nng]

Komentar

?>