Kamis, 23 Nopember 2017

BKSDA: Pembangunan Kawah Ijen Sudah Melalui Kajian

Rabu, 08 Nopember 2017 21:13:55 WIB
Reporter : Rindi Suwito
BKSDA: Pembangunan Kawah Ijen Sudah Melalui Kajian

Banyuwangi (beritajatim.com) - Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) melakukan pertemuan dengan sejumlah aktivis lingkungan, pelaku wisata dan warga di Rest Point Paltuding, Kawah Ijen. Pertemuan itu untuk mengetahui tahapan progres pembangunan fasilitas di puncak Kawah Ijen.

Namun, bukan titik temu yang didapat melainkan diwarnai sejumlah aksi protes dari sejumlah warga yang datang. Mereka menolak adanya pembangunan itu.

"Saya kecewa dengan pembangunanannya, kecewa dengan hasil pertemuan ini karena hasil poinnya pembangunan tetap dilanjutkan," kata Korda Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) Jawa Timur, Arie Restu, Rabu (8/11/2017).

Menurutnya, pembangunan fasilitas mushola, pendopo, toilet dan pagar pembatas tersebut dirasa tidak perlu. Karena dinilai hanya merusak pemandangan alam di puncak Kawah Ijen.

"Kami berusaha sekuat tenaga untuk dihentikan, harapannya jangan sampai ada pembangunan. Walaupun mereka mengatakan sudah terlanjur, tapi ya harus dihentikan," ungkapnya.

"Harus dilakukan pembongkaran dan dikembalikan seperti dulu. Kami tetap berusaha sekuat tenaga bagaimanapun caranya, termasuk mengirim surat ke KLH," imbuhnya

Sementara, Kepala Balai Besar BKSDA Jawa Timur, Ayu Dewi Utari mengatakan, pembangunan fasilitas itu tidak mengganggu aktivitas wisatawan di puncak Ijen. Karena menurutnya, lokasi penempatan bangunan berbeda dengan jalur wisatawan.

"Nanti, pembangunan musala, pendapa, toilet itu berada di sebelah kiri sebelum menuju ke api biru Kawah Ijen," ungkap Ayu.

Lebih lanjut, pembangunan itu dirasa perlu lantaran selama ini banyak masukan dan keluhan dari sejumlah wisatawan karena kurangnya fasilitas. Di antaranya, sarana salat, toilet dan keamanan di puncak Kawah Ijen. Terlebih sejak 1981, di Kawah Ijen belum ada sentuhan perubahan, termasuk bangunan di Paltuding, lereng Ijen.

"Pembangunan ini sudah berdasarkan kajian kok, dan ingat ini baru pertama kali lho kita lakukan pembangunan sejak dulu. Dan nanti step by step, pembangunan lain juga kita lakukan. Termasuk memberlakukan tiket online dan pembatasan jumlah pengunjung," pungkasnya. [rin/but]

Komentar

?>