Rabu, 19 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Status Bandara Abdulrahman Saleh Masih Lokal, Ini Kata Bupati Malang

Kamis, 26 Oktober 2017 14:04:19 WIB
Reporter : Brama Yoga Kiswara
Status Bandara Abdulrahman Saleh Masih Lokal, Ini Kata Bupati Malang
Rendra Kresna Bupati Malang

Malang (beritajatim.com) - Meski Pemerintah Kabupaten Malang bersama Pemprov Jatim sudah mengusulkan agar status Bandara Abdulrahman Saleh berstatus internasional, keputusan itu rupanya belum dikabulkan pemerintah pusat.

Hal itu dikarenakan Kementerian Perhubungan RI, hingga kini belum mengeluarkan keputusan terkait usulan menjadikan Bandara Abdul Rachman  Saleh (ABD) Malang menjadi Bandara Internasioal. Meski, usulan itu sudah dilakukan sejak lima bulan terakhir.

Menanggapi hal ini, Bupati Malang Rendra Kresna, belum tahu apa sebab Kementerian Perhubungan belum juga kenaikkan status Bandara Abd Saleh.

"Kami tidak tahu mengapa Kemenhub belum juga menyetujui kenaikan kelas Bandara ABD Saleh menjadi Bandara Internasional. Karena sampai saat ini belum ada jawaban apapun," ungkap Rendra, Kamis (26/10/2017).

Menurutnya, Pemkab Malang bersama Pemprov Jatim sudah mengirimkan permohonan kenaikan kelas Bandara Abdulrahman Saleh Malang menjadi Bandara Internasional ke Kemenhub RI dan Presiden RI.

Hal ini setelah semua fasilitas pendukung seperti akses jalan dan fasilitas lain di Bandara tersebut, juga telah dilengkapi semuanya.

Bahkan, lanjut Rendra, runway Bandara Abd Saleh juga telah diperpanjang sesuai standar Runway Bandara Internasional. 

"Paling tidak Bandara Abd Saleh ini sama dengan Bandara Husen Sastranegara di Bandung. Dimana Runway dan fasilitasnya, cuma di sana sudah menjadi Internasional tapi di Abd Saleh Malang belum juga disetujui," paparnya.

Rendra melanjutkan, kebutuhan sebuah Bandara Internasional di wilayah Malang Raya sekarang ini sudah mendesak seiring perkembangan perekonomian dan dunia usaha yang cukup tinggi.

Hal itu terlihat dari semakin banyaknya penumpang pesawat melalui Bandara Abdulrahman Saleh saat ini. Namun, khusus untuk penerbangan tujuan mancanegara dari para TKI dan pelaku usaha asal Malang Raya, sampai hari ini masih melalui Bandara Juanda Sidoarjo. 

"Hal ini berakibat kepadatan penumpang Internasional di Bandara Juanda seringkali terjadi," urainya.

Ia menambahkan,  apabila Bandara Abd Saleh Malang sudah menjadi Bandara Internasional, maka TKI dan pelaku usaha tujuan luar negeri akan ada pilihan selain di Bandara Juanda Sidoarjo.

Sementara dalam mengajukan usulan menjadikan Bandara Abd Saleh sebagai Bandara Internasional, sepenuhnya menjadi kewenangan Pemprov Jatim sebagai pengelola. Sedang Pemkab Malang beserta Pemda lain di Malang Raya, hanya sebagai pendukung fasilitas Bandara Abdulrahman Saleh. Dengan begitu, kewenangan mengusulkan kenaikan status Bandara Abd Saleh ada di Pemprov Jatim.

"Kami akan terus mendorong Pemprov Jatim untuk bersama-sama berjuang mengusulkan kenaikan kelas Bandara Abdulrahman Saleh menjadi Bandara Internasional. Hanya saja kami tidak punya target kapan usulan itu bisa disetujui Kemenhub," Rendra mengakhiri. (yog/ted)

Komentar

?>