Sabtu, 18 Nopember 2017

Datangi Kantor PDIP Sidoarjo

Serang Gus Ipul dan PDIP, Pemilik Akun FB Heru Dwi Minta Maaf

Sabtu, 21 Oktober 2017 12:28:24 WIB
Reporter : M. Ismail
Serang Gus Ipul dan PDIP, Pemilik Akun FB Heru Dwi Minta Maaf

Sidoarjo (beritajatim.com) - Heru Dwiantoro Wahyudi warga Desa Pekauman, Kec/Kabupaten Sidoarjo pemilik akun Facebook Heru Dwi yang sempat mengunggah postingan status berupa ujaran kebencian  akhirnya meminta maaf ke Kantor DPC PDIP Jalan Jati Sidoarjo, Sabtu (21/10/2017).

Permintaan maaf itu disampaikan Heru Dwi dilakukan di depan Pengurus DPC PDI Perjuangan Sidoarjo, Tito Pradopo, Wakabid Program Kemasyaratan, Kesehatan, Tenaga Kerja, Pemberdayaan Perempuan dan Anak DPD PDIP Jatim, Hari Putri Lestari dan pengurus lainnya.

Sebelumnya Heru Dwi sempat mengunggah status bernada kebencian, yakni "Gus Iful diusung oleh partai penista agama". Kasus tersebut sempat diadukan oleh Ketua DPC PDIP Tito Pradopo ke Mapolresta Sidoarjo.

Di depan pengurus DPC PDIP, Heru Dwi mengakui kesalahan yang dilakukanya di sosial media. Dirinya terlalu asyik mengikuti isu dan wacana atau kondisi di Jakarta. "Iya saya terlalu mengikuti isu Jakarta. Saya khilaf dan meminta maaf kepada semua masyarakat, khususnya kepada kader dan pengurus PDI Perjuangan," katanya.

Selain meminta maaf di depan pengurus PDI Perjuangan, dokter spesialis kandungan yang bertugas di RSUD Sidoarjo juga bersedia mengaktifkan kembali akun facebook-nya yang sebelumnya sudah di-nonaktifkan. Akun tersebut akan dibuka kembali dan meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan.

"Sebetulnya setelah kasus ini, saya sudah tidak boleh lagi oleh isteri saya untuk bermain facebook. Tapi kalau diminta untuk meminta maaf di akun saya itu, saya akan bersedia melakukannya," tutur Heru Dwi.

Ketua DPC PDI Perjuangan Sidoarjo Tito Pradopo menyatakan, yang bersangkutan (Heru Dwi-red) sudah mendatangi para pengurus partai yang dipimpinnya. Ia juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

"Heru Dwi juga  menulis pernyataan secara tertulis dan isinya tidak akan mengulangi perbuatan dan poin-poin lainnya. Dia menyadari perbuatan yang dilakukan adalah salah," tandasnya.

Sementara itu Hari Putri Lestari menambahkan, apa yang dilakukan oleh Heru Dwi tidak ada unsur kesengajaan. Tari menduga, Heru melakukan hal itu karena yang bersangkutan tidak mengenal atau tahu apa dan siapa sebenarnya PDI Perjuangan.

"Karena yang bersangkutan sudah meminta maaf dengan dikuatkan pernyataan, maka kasus ini tidak dilanjut. Yang bersangkutan sudah mengaku salah dalam bersosmed," paparnya.

Makanya sebagai permintaan maaf yang diinginkan oleh partainya, tak hanya meminta maaf secara umum di media seperti media cetak, online dan media elektronik, yang diketahui para pembaca setianya. "Kami juga berharap di akun pribadi Facebook Heru Dwi juga dilakukan permintaan maaf," kata Hari Putri.

"Jadi dari permintaan maaf itu diketahui oleh teman dan lainnya yang diikuti oleh yang bersangkutan. Heru harus mengakui perbuatan yang dilakukan adalah salah, dan meminta maaf atas perbuatan yang dilakukan," harapnya.

Masih kata perempuan yang akrbp di sapa Tari itu, dalam bermain di dunia sosmed semua pihak harus mengetahui kalau imbasnya sangat luar biasa atau luas, termasuk yang dilakukan oleh Heru Dwi kepada partainya.

Yang jelas PDIP itu didalamnya mayoritas orangnya beragama islm. Jadi sangat tidak benar dan bahkan tidak akan mungkin PDIP menistakan agama. "Masak kami menistakan agama sendiri. Itu tidak akan mungkin. Di PDIP juga ada sayap partai yang melibatkan para kiai," pungkasnya. [isa/suf]

Tag : pilgub jatim

Komentar

?>