Sabtu, 16 Desember 2017

Di Gresik Masih Ada Ratusan Rumah Tak Layak Huni

Jum'at, 13 Oktober 2017 18:14:35 WIB
Reporter : Deni Ali Setiono
Di Gresik Masih Ada Ratusan Rumah Tak Layak Huni
foto: ilustrasi

Gresik (beritajatim.com) - Kendati Gresik dicap sebagai ikon daerah industri. Namun, hal itu tidak menjadi tolak ukur sebagai daerah yang mapan. Buktinya, di Kecamatan Wringinanom tepatnya di daerah Gresik Selatan masih ada ratusan rumah yang tidak layak huni.

Berdasarkan penuturan Camat Wringinanom Darman, dari 72 ribu penduduknya ada 5.235 masyarakaratnya yang masuk kategori kurang beruntung, dan 325 rumah penduduk yang masuk ke dalam tidak layak huni.

"Itu yang harus kami pikirkan, kalau saya sendiri mengatasinya sangat tidak mungkin," ujarnya, Jumat (13/10/2017).

Masih menurut Darman, untuk mengatasi hal itu pihaknya bersama Pemkab Gresik dan lembaga non goverment organization (NGO), serta corporate social responbility (CSR) perusahaan menjalin kerjasama guna memperbaiki rumah yang layak huni.

"Perbaikan rumah layak huni akan terus dilakukan dan mendapat prioritas karena secara geografis daerah Wringinanom berdekatan dengan daerah industri dan ibukota Surabaya," paparnya.

Selain bantuan pembangunan lanjut Darman, pemberian bantuan akan mempertimbangkan tingkat kebutuhan dan kemampuan ekonomi masyarakat. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk meningkatkan ekonomi lokal masyarakat. Khususnya, yang berprofesi sebagai buruh tani.

"Daerah kami sangat terbuka bagi siapa saja baik itu perusahaan maupun NGO yang tergerak membantu perbaikan rumah yang tidak layak huni," ujarnya.

Sebelumnya, perusahaan ritel nasional, dan perusahaan papan gypsum secara sukarela membangun rumah layak huni. Tepatnya, di Desa Kesamben Kulon, Kecamatan Wringinanom, Gresik. Dipilihnya, daerah tersebut karena masih banyak rumah penduduk yang tidak layak huni. Selain itu, pemilik rumah sebagian besar adalah bermata pencarihan sebagai buruh tani. [dny/ted]

Komentar

?>