Kamis, 19 Oktober 2017

Air Waduk Pacal Sudah Tidak Cukup untuk Musim Tanam Ketiga

Jum'at, 13 Oktober 2017 17:45:35 WIB
Reporter : Tulus Adarrma
Air Waduk Pacal Sudah Tidak Cukup untuk Musim Tanam Ketiga

Bojonegoro (beritajatim.com) - Jumlah air waduk pacal yang ada di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro pada saat ini tidak cukup untuk aliran irigasi Musim Tanam ketiga.

Sehingga petani yang masih mengandalkan pengairan dari Waduk Pacal diimbau tidak melakukan tanam padi, Jumat (13/10/2017).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Pemkab Bojonegoro, Edy Susanto mengatakan, ketersediaan air di wadul pacal saat ini sudah sangat minim.

Ditegaskan jika dibuka secara normal air diwaduk pacal hanya akan mampu untuk waktu jangka pendek.

"Itupun sebenarnya untuk mengairi tanaman palawija bukan padi. Palawija di aliran sungai pacal ini nyaris terancam gagal panen untung tertolong dengan hujan yang beberapa hari mengguyur wilayah Bojonegoro," ujarnya.

Karenanya dia mengatur secara tepat bagaimana air yang tersedia ini adalah untuk mengariri tanaman palawija yang terancam gagal panen. Disampaikan jika secara normal air waduk pacal mampu mengairi 16 ribu hektar areal persawahan di wilayah Bojonegoro.

Edi Susanto mengimbau agar petani memperhatikan betul ketersedian air dan kebutuhan air saat melakukan tanam.

Ditambahkan Edy Jumlah Himpunan Petani Pengguna Air (HIPPA) yang sudah terbentuk di Kabupaten Bojonegoro ada sekitar 30 HIPPA, kedepan dirinya akan membentuk gabungan HIPPA persekunder di Pacal.

"Aliran irigasi mulai waduk pacal lebih dari 90 kilometer. Beberapa sekarang mulai ada renovasi," terangnya.

Wakil Bupati Bojonegoro, Setyo Hartono, mengungkapkan, karakter tanah yang ada di Bojonegoro saat musim hujan airnya berlalu tak terserap tanah. Sedangkan saat musim kemarau sebentar saja maka kekeringan sudah mendera. Hal ini dipengaruhi oleh dua hal yakni cuaca dan ketersedian pohon.

"Pohon memiliki fungsi yang luar biasa salah satunya menyerap dan mampu menampung air dalam tanah yang bisa dimanfaatkan saat musim kemarau," terangnya. [lus/ted]

Berita Terkait

    Komentar

    ?>