Kamis, 19 Oktober 2017

Kepala dan Pegawai UPT Dikbud Sidoarjo Resah

Kamis, 12 Oktober 2017 22:01:51 WIB
Reporter : M. Ismail
Kepala dan Pegawai UPT Dikbud Sidoarjo Resah

Sidoarjo (beritajatim.com) - Sekitar 140 pegawai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kab. Sidoarjo, dilanda keresahan.

Perasaan itu muncul menyusul akan ada rencana dihapuskannya UPT Dikbud di 18 kecamatan di Sidoarjo oleh Dikbud. "Memang banyak kepala maupun pegawai UPT yang mengeluh kepada saya atas rencana penghapusan UPT itu," aku Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Saifuddin, Kamis (12/10/2017).

Keresahan itu muncul, karena pegawai takut dengan masa depan kepegawaiannya serta kebutuhan UPT yang masih diperlukan hingga saat ini. "Pemerintah pusat kan juga tidak tahu kebutuhan di daerah karena itu jangan terlalu tergesa-gesa menghapus UPT," tambahnya.

Nur Ahmad meminta kepada instansi terkait termasuk Dikbud untuk menunda penghapusan UPT sampai ada solusi terbaik untuk mengganti UPT dengan nama lain. "Banyak sekolah yang terkoordinir melalui 18 UPT. Dan jika dihapus akan repot," tukasnya.

Masih kata Nur Ahmad, meski aturan yang sudah tertuang dalam Permendagri nomor 12 tahun 2017 tentang pembentukan dan klasifikasi cabang dinas dan UPTD itu sudah baku, namun tetap ada solusi.

"Dikbud harus memikirkan cara yang cepat untuk mengatasi masalah penghapusan UPT. Dan pegawai UPT nanti juga harus ditaruh mana, harus juga dipikirkan," jelasnya.

Sekretaris Dikbud Kab. Sidoarjo Tirto Adi mengatakan, pihaknya sebenarnya sudah berkonsultasi ke ke Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama dengan Komisi D terkait upaya penundaan dan penolakan penghapusan UPT.

Namun, karena sudah sesuai dengan aturan yang ditetapkan maka penghapusan harus tetap dilakukan. Kebutuhan UPT di 18 kecamatan memang sangat penting.

Ratusan sekolah mulai dari SD hingga SMP yang ada di Sidoarjo perlu mendapat pantauan dari UPT. "Jika dihapus, kita juga masih memikirkan solusinya seperti apa," pungkasnya. [isa/but]

Komentar

?>