Sabtu, 16 Desember 2017

Perda Sampah Berpotensi Dongkrak Pendapatan Asli Daerah Jember

Rabu, 11 Oktober 2017 22:48:36 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Perda Sampah Berpotensi Dongkrak Pendapatan Asli Daerah Jember

Jember (beritajatim.com) - Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jember Arismaya Parahita berharap ada peraturan daerah yang mengatur masalah sampah, termasuk limbah B3 (Bahan Berbahaya dna Beracun). DPRD Jember siap mengawal.

Ada tiga perda yang dibutuhkan di sektor lingkungan hidup, yakni perda analisis mengenai dampak lingkungan (amdal), perda yang mengatur ruang terbuka hijau (RTH), dan perda mengenai persampahan.

"Kita belum punya perda amdal, yang ada undang-undang mengenai amdal. Jelas sekali setiap usaha harus melakukan analisis dampak lingkungan," kata Arismaya. Ia akan meninjau ulang jumlah usaha yang memenuhi syarat amdal.

Namun Arismaya mengakui, jika tak ada satu pun rumah sakit yang berwenang mengolah limbah B3. Rumah sakit hanya menyimpan, sementara pengangkutan dan pengolahan diserahkan ke pihak ketiga.

"Itu nilainya ratusan juta rupiah. RS Daerah dr. Soebandi saja (mengeluarkan biaya) Rp 260 juta setahun. Kalau kita bisa punya perda, bisa jadi pendapatan asli daerah (PAD) untuk kita. Jadi kami mohon kepada DPRD Jember untuk serius mengawal perdanya," katanya.

Arismaya sepakat untuk melakukan pembinaan kepada perusahaan-perusahaan agar patuh kepada aturan. Ia siap mengumumkan perusahaan yang terbukti melanggar aturan lingkungan di situs resmi Dinas Lingkungan Hidup. [wir/suf]

Komentar

?>