Senin, 11 Desember 2017

Dinas Lingkungan Hidup Jember Siapkan 'Sedekah Sampah'

Rabu, 11 Oktober 2017 19:19:13 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Dinas Lingkungan Hidup Jember Siapkan 'Sedekah Sampah'

Jember (beritajatim.com) - Komisi C DPRD Jember meminta Dinas Lingkungan Hidup setempat agar lebih mengantisipasi semakin menumpuknya sampah. Dinas Lingkungan Hidup Jember menyiapkan 'sedekah sampah' untuk sampah yang bisa didaur ulang atau dimanfaatkan kembali.

Anggota Komisi C Deni Prasetya meminta agar bank sampah dioptimalkan. Salah satu bank sampah yang layak dipelajari ada di Kecamatan Umbulsari. "Di sana sudah berjalan sekitar tujuh tahun. Selain itu, legalitas hukum bank sampah apakah sudah ada. Saya menyarankan agar program ini melibatkan koperasi yang juga bisa memberi informasi kepada masyarakat," katanya. Dia berharap ibu-ibu rumah tangga dilibatkan dalam program ini.

Anggota Komisi C lainnya, Bambang Haryanto, meminta agar ada anggaran untuk edukasi soal sampah bagi pendidikan anak usia dini dan taman kanak-kanak. "Kalau bisa dalam APBD 2018 sudah masuk," katanya.

Bambang juga mendesak kepada Dinas Lingkungan Hidup agar lebih mengawasi perusahaan-perusahaan yang belum memiliki instalasi pengolahan limbah, termasuk rumah sakit. "Rumah sakit yang punya insinerator berapa? Limbah medis secara jangka panjang lebih berbahaya daripada sampah perumahan," katanya.

Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Golkar Suyitno meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup agar mempertimbangkan pengadaan lahan untuk tempat pembuangan akhir di kawasan Jember selatan. "Ada empat ribu hektare tanah lembah yang perlu pemadatan di selatan. Harapan saya sampaj wilayah Tanggul, Kencong, Ambulu, Puger, Balung ditampung dan dibuang di sana. Di sana tanag negara. Saat musim hujan tak bisa ditanami, karena jadi danau. Kalau sampah dibuang di sana, saya kira masyarakat akan diuntungkan," katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jember Arismaya Parahita membenarkan bahwa bank sampah di Umbulsari sudah berjalan baik. "Kami mulai dari awal membina, dengan modal Rp 1-2 juta, dapat empat kuintal dijual dan seterusnya," katanya.

Arismaya setuju perlu ada legalitas bagi bank sampah dengan surat keputusan dirinya sebagai kepala dinas. Namun itu semua tetap harus seizin bupati. "Kalau legal, program pemerintah bisa masuk," katanya.

"Kami cenderung pada sedekah sampah. Jadi sampah itu boleh dibayar atau tidak tapi harus dicatat. Sedekah sampah secara nasional tidak ada, hanya di Jember. Pola pembinaannya kami tempelkan dengan Dinas Koperasi, karena Dinkop punya pengalaman dengan koperasi wanita. Apapun kegiatan kalau berbasis perempuan biasanya bisa kontinyu," kata Arismaya.

Arismaya setuju untuk meningkatkan edukasi persampahan kepada masyarakat. Saat ini, Dinas Lingkungan Hidup punya cara meningkatkan kesadaran melalui lomba 'Kami Beda' (Kampung Modern Indah Bersih dan Asri). "Hadiahnya memang hanya Rp 3 juta. Tapi itu hanya untuk menyemangati. Kami punya program Saber Pungli (Sapu Bersih Nyemplung Kali). Jadwalnya tiga kali seminggu, Selasa, Jumat, Minggu," katanya. [wir/but]

Komentar

?>