Rabu, 22 Nopember 2017

Revitalisati Pengurus DPP

Keputusan Novanto Buka Luka Baru di Golkar

Rabu, 11 Oktober 2017 09:19:04 WIB
Reporter : -
Keputusan Novanto Buka Luka Baru di Golkar

Jakarta (beritajatim.com) - Direktur Survei dan Polling Indonesia (SPIN), Igor Dirgantara mengatakan Setya Novanto sangat otoriter memimpin Partai Golkar yang asal main pecat kadernya dari kepengurusan kemudian menggantikan kader baru.

"Menurut saya bisa dikatakan Novanto otoriter. Dia memimpin partai besar yang sudah mapan dan terorganize rapi, itu kan partai orde baru. Brrti dia menjalankan itu secara tangan besar dan sangat otoritarian," kata Igor, Selasa (10/10/2017).

Menurut dia, dipecatnya Yorrys Raweyai sebagai Koordinator Bidang Polhukam dan digantikan oleh Letjen TNI (Purn) Eko Wiratmoko dikhawatirkan akan menjadi senjata makan tuan buat Novanto. Karena, Novanto masih dihantui persoalan dicekal untuk tidak keluar negeri oleh KPK terkait kasus dugaan korupsi e-KTP.

Kemudian, kata Igor, keputusan Novanto itu akan menimbulkan friksi yang lebih dalam lagi di tubuh partai berlambang pohon beringin. Menurut dia, hanya kekuasaan istana yang mungkin bisa menyelamatkan Setya Novanto dengan strategi seperti itu.

"Karena tidak mungkin seorang ketum partai besar itu bisa melakukan manuver politik seperti itu, memasukkan orang baru yang bukan kader partai," ujarnya.

Bahkan, lanjut dia, akan banyak kader Golkar yang bingung karena diem-diem posisi orang baru itu langsung dimasukan di DPP atau cukup baik di tubuh kepengurusan Partai Golkar.

"Itu akan menimbulkan friksi lebih jauh lagi, jadi menyebabkan luka baru yang buat Golkar semakin merosot," jelas dia.

Untuk diketahui, Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto melakukan revitalisasi dan restrukturisasi komposisi dan personalia Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar masa bakti 2014-2019.

Lewat surat dengan nomor KEP-252/DPP/Golkar//X/2017 nama Yorrys Raweyai yang sebelumnya menjabat Ketua Koordinator Bidang Polhukam, dalam surat tersebut digantikan Letjen TNI (Purn) Eko Wiratmoko.

Surat ini ditandatangani langsung Setya Novanto sebagai Ketua Umum Golkar dan Idrus Marham sebagai Sekjen Golkar pada 2 Oktober 2017. Sebanyak 300 kader yang ditetapkan Setya Novanto sebagai pengurus DPP Partai Golkar hasil revitalisasi partai. [inilah.com]

Tag : golkar

Komentar

?>