Senin, 11 Desember 2017

Serapan Minim, Alokasi Anggaran Bappeda Jember Berkurang

Selasa, 10 Oktober 2017 22:18:05 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Serapan Minim, Alokasi Anggaran Bappeda Jember Berkurang

Jember (beritajatim.com) - Alokasi anggaran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Jember dalam Perubahan APBD 2017 berkurang dari Rp 18,655 miliar menjadi Rp 17 miliar.

Pelaksana Tugas Kepala Bappeda Jember Ahmad Imam Fauzi mengatakan, serapan anggaran organisasi perangkat daerah tersebut hingga saat ini sekitar 20,34 persen. "Kendala yang dihadapi Bappeda adalah proses pengadaan barang dan jasa melalui swakelola instansi  pemerintah lain, dengan perguruan tinggi, dilaksanakan pada triwulan pertama dan kedua. Ini pengadaan langsung karena nilainya Rp 200 juta," katanya, Selasa (10/10/2017).

"Proses berakhirnya kontrak dan pencairannya di triwulan ketiga dan keempat. Khusus untuk pelaksanaan anggaran per bidang, untuk sekretariat yang semula anggarannya Rp 2,703 miliar berubah menjadi Rp 3,753 miliar," kata Fauzi. Sebagian anggaran digunakan untuk pembelian alat tulis kantor.

Sementara alokasi anggaran untuk Bidang Penelitian dan Pengembangan, terjadi penurunan sebesar Rp 817 juta. "Salah satunya ada tiga kegiatan yang sasarannya, outputnya, beda-beda tipis. Satu data bisa digunakan untuk tiga kegiatan terkait profil daerah. Sehingga para bidang menyisir mana yang sekiranya double account," kata Fauzi.

"Di Bidang Ekonomi terjadi pergeseran, penambahan Rp 92 juta untuk perjalanan dinas dan honor. Pergeseran di Bidang Prasarana Wilayah tidak signifikan, hanya bergeser Rp 158 juta. Yang cukup signifikan adalah pergeseran di Bidang Sosial Budaya sampai dengan Rp 1,169 miliar," kata Fauzi.

Pergeseran terjadi karena ada kegiatan yang menyalip wilayah kerja OPD lain. "Terkait persiapan Pekan Pancasila. Kedua, karena sudah out of date, sudah melewati masa kedaluwarsa, dan bukan menjadi tugas pokok dan fungsi kebappedaan. Rekapitulasi usulan, total jenderal, dari anggaran awal Bappeda Rp 16 miliar berubah menjadi Rp 15 miliar, sehingga ada penurunan Rp 1 miliar," kata Fauzi.

Kepala Bidang Sosial Budaya Bappeda Jember Andri Purnomo menambahkan, perubahan signifikan pada bidang tersebut adalah pada penyusunan masterplan pendidikan pemerintahan dan informasi sebesar Rp 200 juta.

"Kegiatan ini diperuntukkan penyusunan kajian strategi revitalisasi nilai-nilai gotong royong di masyarakat dalam konteks mendukung memfasilitasi Pekan Pancasila. Pekan Pancasila sudah lewat, kegiatan belum dilaksanakan, sehingga dilakukan perubahan, yang awalnya Rp 200 juta menjadi nol," katanya.

Perubahan besar lainnya adalah pada kegiatan koordinasi perencanaan pembangunan bidang pemerintahan dan informasi. "Yang berkurang adalah kegiatan gelegar fasilitasi pekan Pancasila melalui kegiatan seminar-seminar. Berkurang Rp 628,850 juta," kata Andri.

Ketua Komisi C Siswono mengatakan, ini perlu dievaluasi. "Pada 2018, untuk mengalokasikan anggaran, harus betul-betul ada planning matang, sehingga dana-dana tidak mubazir. Ada pun kegiatan dengan hari-hari nasional, mapping-nya harus betul-betul pas," katanya. [wir/suf] 

Komentar

?>