Rabu, 22 Nopember 2017

Bupati Lumajang Ajak Perempuan Cegah Korupsi

Selasa, 10 Oktober 2017 17:33:03 WIB
Reporter : Harry Purwanto
Bupati Lumajang Ajak Perempuan Cegah Korupsi

Lumajang (beritajatim.com) - Kaum wanita menempati posisi yang sangat strategis di dalam upaya pencegahan tindak pidana korupsi. Hal itu disampaikan Bupati Lumajang, Drs. As'at, M.Ag., saat membuka Lokakarya Pencegahan Korupsi Dalam Pembangunan Desa Bagi Gerakan PKK, Karangtaruna, Dan Lembaga Kemasyarakatan Kabupaten Lumajang, di Panti PKK Lumajang, Senin (9/10/2017) lalu.

Bupati ingin mewujudkan Kabupaten Lumajang yang bersih dari korupsi. Menurut As'at, sasaran kegiatan yang didominasi oleh perempuan sangat tepat, karena perempuan memegang peran yang penting dalam pencegahan tindak korupsi. "Perempuan mampu me-manage kebutuhan keluarga," ujarnya.

Bupati berharap para perempuan khususnya TP-PKK Kecamatan yang hadir pada Lokakarya, hendaknya dapat menjadi pelopor anti korupsi di Kabupaten Lumajang.

Bupati tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang jauh dari tindak korupsi. Ia menyampaikan korupsi bukan hanya terjadi karena ada keinginan, namun banyak faktor yang lain, maka sudah seharusnya seluruh kegiatan yang berdampak pada perbuatan korupsi harus dihindari.

"Salah satu bentuk keberhasilan pemerintah Kabupaten Lumajang dalam tata kelola pemerintahan adalah penghargaan WTP. Semoga tidak ada kasus korupsi dan para ibu PKK wajib ingatkan suaminya," ungkap As'at.

Sementara itu, Koordinator Provinsi Jawa Timur KOMPAK, Nurul Afandi mengatakan, kegiatan ini fokus dalam rangka edukasi bagi masyarakat khususnya kepada perempuan untuk gerakan anti korupsi dalam pembangunan desa. Lokakarya ini merupakan kegiatan lanjutan yang sebelumnya ada 5 orang dari Kabupaten Lumajang yang sudah pelatihan di aceh dan sosialisasi terkait perilaku - perilaku korupsi di Desa.

"Lahirnya UU tentang Desa, maka desa memiliki kewenangan untuk merumuskan APBDES. Selain itu ada Hak-hak masyarakat dan partisipasi wanita dalam merancang program dan kegiatan di Desa, untuk jauh dari praktek korupsi," jelasnya.

Lokakarya itu diikuti sekitar 75 orang, yang terdiri dari Ketua TP PKK kecamatan se Kabupaten Lumajang, ketua muslimat se Kabupaten Lumajang, Perwakilan pendamping desa, dan perwakilan Lembaga desa. Dalam kesempatan tersebut diserahkan perlengkapan Simulasi Trata (transparan, akuntabel, dan tepat guna) dari KOMPAK. Lokakarya kali ini, senngaja mendatangkan narasumber dari Malang Corruption Watch Malang, jawa Timur. [har/but]

Komentar

?>