Sabtu, 16 Desember 2017

10 Desa Dapat Bantuan Buku dalam Perubahan APBD Jember 2017

Selasa, 10 Oktober 2017 17:13:58 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
10 Desa Dapat Bantuan Buku dalam Perubahan APBD Jember 2017

Jember (beritajatim.com) - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jember menganggarkan alokasi dana untuk penyediaan bantuan pengembangan perpustakaan desa sebesar Rp 523 juta dan pengembangan koleksi bahan pustaka perpustakaan umum daerah sebesar Rp 252,432 juta dalam Perubahan APBD 2917.

Dana tersebut diperuntukkan sepuluh desa dan satu sekolah dasar. Namun hingga saat ini, serapan anggaran tersebut nihil. "Kalau kita lihat serapannya nol," kata Isa Mahdi, anggota Komisi C. Dengan serapan yang rendah, Dinas Perpustakaan tetap meminta tambahan anggaran. Ini yang membuat Isa meragukan komitmen dinas tersebut. Dia mempertanyakan pertimbangan yang jadi dasar penentuan 10 desa dan satu sekolah.

Dalam program pengembangan perpustakaan, Pemkab Jember menganggarkan Rp 725,734 juta. Namun sebelum Perubahan APBD, serapan awal hanya 18,35 persen dari anggaran Rp 622,984 juta.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jember Slamet Oerip Santoso mengatakan, ini salah satu dari 22 Janji Kerja Bupati Faida. "Lima tahun bupati memimpin Jember, dari 248 desa dan kelurahan, perpustakaan desa sudah terbantu paket buku," katanya.

Dalam Rencana Pembangnunan Daerah Menengah Daerah (RPJMD), diproyeksikan ada 30 desa setiap tahun yang menerima bantuan paket buku. "Namun kemarin baru 10 desa yang dieksekusi di Perubahan APBD, karena di APBD awal, proposal tidak ada," kata Oerip. Sementara SD yang memperoleh bantuan adalah salah satu SD di Kecamatan Umbulsari.

Bantuan tersebut tak hanya berupa buku, tapi juga peralatan seperti rak. "Selama ini Jember belum berbuat apa-apa tentang bantuan buku di desa. Bantuan pemerintah provinsi justru untuk 86 desa sudah masuk," kata Oerip. Salah satu dari 22 Janji Kerja Bupati sama dengan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Perpustakaan tak harus di balai desa. "Dari 86 desa yang sudah mendapat bantuan buku dari pemprov, akan kami bina apakah sudah berjalan. Sekarang ada 10 lagi yang dapat bantuan. Ini akan kami lihat dan bina," kata Oerip. Dalam proposal, kepala desa harus sudah mengeluarkan surat keputusan untuk pengelola perpustakaan desa. [wir/ted]

Komentar

?>