Rabu, 18 Oktober 2017

Dispendik-MUI Kabupaten Mojokerto Serukan Nobar Film G30S/PKI

Minggu, 24 September 2017 08:18:22 WIB
Reporter : Misti P.
Dispendik-MUI Kabupaten Mojokerto Serukan Nobar Film G30S/PKI

Mojokerto (beritajatim.com) - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyerukan kepada seluruh anggotanya untuk menggelar nonton bareng (nobar) film G30S/PKI yang sempat menjadi kontroversi karena isi ceritanya.

Cabang Dinas Pendidikan (Dispendik) Provinsi Wilayah Mojokerto dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mojokerto pun menyerukan hal yang sama.

Kepala Cabang Dispendik Wilayah Mojokerto, Arif Khamzah mengatakan, jika hal tersebut dianggap positif bagi remaja maka satuan pendidikan juga harus ikut memutar dan mensajikan film itu di sekolah-sekolah.

"Besok kami akan langsung melayangkan surat ke satuan pendidikan tingkat SMA/SMK Negeri di wilayah kabupaten/kota Mojokerto," ungkapnya, Minggu (24/9/2017).

Surat himbauan tersebut berisi tentang menggelar nobar pemutaran film G30S/PKI. Harapannya, lanjut Arif, para pelajar bisa melihat dan tidak melupakan sejarah bangsa melalu film yang merupakan bagian dari sejarah Bangsa Indonesia. Sehingga, nantinya para pelajar juga bisa menilai dan mengetahui sejarah NKRI saat itu.

"Artinya, bangsa yang sudah dipertahankan dari berbagai macam ancaman salah satunya dari PKI jangan sampai terbelah lagi. Terlepas adanya pro dan kontra soal pemutaran film itu, menurut saya justru memang pemutaran sangat penting untuk ditonton oleh generasi penerus bangsa. Apalagi, belakangan ini, diakui atau tidak PKI seakan muncul lagi ditengah lingkungan masyarakat," katanya.

Namun, lanjut Arif, pemutaran film tersebut harus dengan pengawasan dan pendampingan dari guru. Tujuannya, ada sebuah kesimpulan yang diambil sehingga pemutaran film juga terarah dan bisa sesuai seperti yang diinginkan. Dengan pemutaran film ini, para pelajar juga bisa diajak berliterasi sehingga bisa menilai dan memaknai apa yang terkandung dalam film tersebut.

Semntara itu, Ketua MUI Kabupaten Mojokerto, KH Mashul Ismail juga merespon positif dengan seruan pemutaran film G30S/PKI. "Secara pribadi pemutaran film G30/SPKI positif sekali agar generasi muda mengerti kalau sejarahnya memang itu dan film itu objektif. Karena dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," tuturnya.

Termasuk juga di tingkat sekolah dan pondok-pondok pesantren. Karena banyak pembelajaran yang bisa didapatkan dari film tersebut, meskipun menceritakan kisah kelam sejarah Indonesia. Apalagi, menurutnya, saat ini terdapat oknum-oknum yang mencoba memutar balikkan sejarah.[tin/ted]

Tag : G30S/PKI

Komentar

?>