Jum'at, 20 Oktober 2017

Ini Kesan Penonton pada Film G30S PKI di Malang

Sabtu, 23 September 2017 22:14:52 WIB
Reporter : Brama Yoga Kiswara
Ini Kesan Penonton pada Film G30S PKI di Malang

Malang (beritajatim.com) - Hingga pukul 21.15 wib, Sabtu (23/9/2017) malam ini, ratusan masyarakat nampak asyik nonton bareng film pemberontakan G30S PKI di halaman luar Stadion Kanjuruhan Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Acara nobar yang dipelopori Koramil Kepanjen itu, cukup mendapatkan apresiasi positif masyarakat. Danramil Kepanjen Kapten Supriyarto di sela-sela nobar G30S PKI mengatakan, pemutaran film menggunakan kepingan kaset VCD yang sudah diterima dari TNI.

“Pemutaran film G30S PKI ini menggunakan kepingan VCD. Lalu kita tambah dengan layar putih sebagai layar utama. Khusus di Kepanjen, sudah ada 9 permintaan dari warga desa agar diputarkan film ini. Sementara hingga malam ini, kita baru bisa putar di 3 titik, semua permintaan dari desa pasti kita layani,” tuturnya.

Kapten Supriyarto melanjutkan, tujuan diputarnya film agar generasi muda saat ini, mengetahui bagaimana sejarah bangsa ini terbentuk. Sambutan positif dari masyarakat dengan banyaknya permintaan agar film tersebut juga diputar disejumlah desa, akan diujudkan dalam rentang waktu berbeda.

“Pemutaran film kita awali mulai kemarin sampai tanggal 5 Oktober 2017 nanti. Kita gilir lokasinya bergantian di 19 desa,” urainya.

Hingga berita ini diunggah, ratusan penonton tak beranjak dari tempat duduk. Meski beralas tikar dan sandal, penonton cukup menikmati film yang menuai pro kontra sejauh ini.

Yang menarik, salah satu penonton bernama Novi Indah Wulandarj (21), mahasiswi di salah satu kampus di Kota Malang mengaku baru kali ini menonton langsung film tersebut. Datang bersama kakak dan adik perempuanya yang masih SD, Novi ingin mengetahui seperti apa terjadinya pemberontakan oleh PKI seperti yang terdokumentasikan melalui film.

“Baru pertama ini lihat film G30S PKI. Bagus juga, pengen tahu seperti apa sih sejarah perjuangan bangsa kita dulu,” paparnya.

Hal berbeda dikatakan Sucipto (45). Ia datang ke Stadion Kanjuruhan bersama istri dan kedua anaknya yang duduk dibangku SMP. “Semoga film ini bisa menjadi pelajaran pada kedua anak saya. Berapa pemberontakan PKI memang berbahaya. Jangan sampai sejarah kelam bangsa ini terulang lagi. Karena PKI sangat berbahaya,” ujarnya.

Sucipto menambahkan, dirinya senang bisa menonton lagi film G30S PKI. “Senang bisa menonton lagi. Kalau dulu waktu muda kan sering diputar. Lalu dilarang, sudah 10 tahun nggak pernah lihat lagi. Baru lihat bersama keluarga malam ini,” pungkasnya. [yog/but]

Tag : pki

Komentar

?>