Senin, 11 Desember 2017

Ke Jatim Didoakan Jadi Presiden, Jawaban Anies Baswedan Mengejutkan

Rabu, 20 September 2017 18:24:27 WIB
Reporter : Rahardi Soekarno J.
Ke Jatim Didoakan Jadi Presiden, Jawaban Anies Baswedan Mengejutkan
Anies Baswedan Gubernur DKI Saat di Jatim

Surabaya (beritajatim.com) - Gubernur DKI Jakarta terpilih, Anies Baswedan menghadiri acara peresmian dan peletakan batu pertama pembangunan masjid di Ponpes Kota Alif Laam Miim Surabaya, Rabu (20/9/2017).

Pengasuh Ponpes KH Ahmad Imam Mawardi dan ribuan santri menyambut baik kedatangan Anies Baswedan ini.

"Di sini, perjuangan teman-teman Surabaya dan Jatim tidak kecil untuk mendukung Pak Anies menjadi Gubernur DKI Jakarta saat pilgub kemarin," katanya kepada Anies.

Beberapa santri yang hadir mengatakan, ummat Islam bermimpi Anies menjadi RI-1 (capres), setelah terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta terpilih.

"Kalau bisa membahagiakan rakyatnya, semoga ke depan bisa menjadi RI-1. Saya juga bernadzar jika si penista agama masuk penjara saat itu, saya keluarkan 100 tumpeng, Alhamdulillah bahkan sampai 160 tumpeng. Semoga Indonesia semakin baik dan barokah ke depannya. Aaamiin," tutur seorang santri bernama Sugeng.

Anies Baswedan yang didoakan menjadi presiden, hanya tertawa kecil ketika ditanya wartawan. "Jakarta saja belum (dilantik), kok mikir presiden," ujarnya.

Dia menjelaskan, Jatim memang tidak tidak tinggal diam saat Aksi Bela Islam (ABI) dan Jatim terlibat itu hingga terdengar sampai Jakarta.

"Saya memang ingin bertemu dengan kawan-kawan dari Jatim. Akhirnya saya bertemu Pak Ahmad Imam Mawardi di Padang Arafah dan diputuskan untuk bertemu di Surabaya pada 20 September, hari ini. Jadi, saya numpang acara peresmian ponpes ini," kata Anies.

Kiriman doa seluruh penjuru dunia yang terkumpul di titik Jakarta membuat dirinya menang bersama pasangannya Sandiaga Uno.

"Allah Maha membolak-balikkan hati. Hati warga Jakarta terbalik. Padahal, saya tidak ada rencana itu mencalonkan Gubernur DKI Jakarta. Nama Bu Risma dan Mas Ridwan Kamil malah yang dibicarakan di Jakarta saat itu. Saya pun minta ibu saya melakukan istikharah, beliau berkata bila ini adalah keinginan Anies, maka tidak usah saja, tapi bila ini panggilan umat silakan maju," katanya.

"Mereka yang mendoakan memang tidak pernah kenal siapa Anies itu. Tolong jangan kecewakan kita kalau sudah menang, itu suara pemuda di Masjid Sunda Kelapa yang mendoakan saya setiap malam," imbuhnya.

Anies pun mengaku tidak menyangka bisa menang di pilgub DKI Jakarta. "Terbayang nggak rumus politiknya? Saya itu kan mantan Jubir Pak Jokowi saat kampanye pilpres, tapi dicalonkan partainya Pak Prabowo di pilkada Jakarta. Secara hitungan matematika tidak mungkin menang saya, tapi Allah ada di belakang kita," jelasnya.

Anies meminta pendukungnya yang mayoritas ummat Muslim jangan hanya syukuran kemenangan, tapi juga mengadakan selamatan agar 5 tahun ke depan memimpin ibukota negara dengan baik.

"Perjuangan ini belum selesai, masih panjang. Jakarta bukan hanya milik warga kota Jakarta, tapi ibukota negara adalah milik semua warga negara. Saya ingin sampaikan apresiasi kepada warga Surabaya dan Jawa Timur yang ikut berjuang, karena Arek Suroboyo itu bisa memukul mundur Sekutu saat pertempuran. Bapak ibu tidak hanya urun angan, tapi juga urun tangan. Silaturrahmi ini harus jalan terus, kalau datang ke Jakarta silakan saya diinformasikan dan pintu terbuka," pungkasnya. (tok/ted)

Komentar

?>