Minggu, 22 Oktober 2017

Pilgub Jatim 2018

Cak Nur: Wisata Religi di Jatim Perlu Digarap

Rabu, 20 September 2017 08:27:03 WIB
Reporter : Rahardi Soekarno J.
Cak Nur: Wisata Religi di Jatim Perlu Digarap

Surabaya (beritajatim.com) - Bacagub Jatim Nurwiyatno (Cak Nur) yang telah mendaftar di Partai Demokrat dan Golkar mengunjungi beberapa objek wisata religi di kawasan pantura Jatim.

Wilayah pantura merupakan wilayah yang menarik perhatian lebih dari sekedar objek wisata religinya, karena di wilayah ini menyimpan banyak sejarah yang dapat dipelajari dari para wali sebagai penyebar agama Islam di Jawa pada Abad 16.

"Ada potensi ekonomi yang masih bisa dikembangkan dalam rangka peningkatan kesejahteraan perekonomian rakyat," kata Cak Nur kepada wartawan.

Hal inilah yang membuat Cak Nur mendatangi objek-objek wisata religi seperti Makam Waliyullah Sunan Ampel dan Sunan Bungkul (Surabaya), Maulana Malik Ibrahim, Sunan Giri, Makam Leran dan Bukit Surowiti (Gresik), serta Sunan Drajat (Lamongan) beberapa hari lalu.

Cak Nur melihat ada hal lebih yang bisa dilakukan pemprov dalam mengembangkan potensi wilayah pantura ke depan. Selain terdapat masyarakat yang berhubungan erat dengan pewaris budaya religi, di kawasan sekitar objek wisata, pemerintah daerah masih dapat berperan lebih untuk meningkatkan perekonomian rakyat

Yakni, melalui pelatihan guide local, sebuah pendidikan pemandu wisata bagi para pemuda-pemudi di sekitar wilayah pembahasan, berupa kecakapan tata bahasa pendamping wisatawan. Baik itu bahasa lokal daerah, bahasa Indonesia maupun bahasa internasional. "Sehingga, pengelola bisnis traveling bisa bersinergi dengan pengelola guide local yang ada dalam satu atap," jelasnya.

Selain itu, juga peningkatan home industry, berupa pelatihan terkait potensi lokal yang belum banyak dikembangkan oleh masyarakat sekitar, semisal cetak sablon pakaian yang berisi kata-kata filosofi para tokoh religi.

Bisa juga menggarap makanan khas lokal yang disajikan dalam model lebih menarik, dengan memberikan ruang keikut-sertaan para chef (ahli masak) untuk membantu pelatihan penyajian makanan lokal dengan daya tarik model baru.

Yang tidak kalah pentingnya juga adalah pelatihan pembuatan miniatur bangunan cagar budaya yang ada dalam wisata religi tersebut, misalnya berupa gapura makam, masjid atau keunikan lainnya dalam model mini handycraft.

"Pelatihan pengembangan produk lokal yang ada disekitar seperti kerajinan gerabah yang ada di wilayah Laren-Lamongan. Gerabah bisa diberi unsur seni sehingga masyarakat sekitar bisa diberi pelatihan pengembangan nilai-nilai seni untuk peningkatan nilai jual gerabah," papar Ketua Pengurus Daerah PA GMNI Jatim ini.

Peningkatan dan perluasan ruang informasi publik berkaitan dengan potensi wisata dan kekayaan budaya pantura Jawa Timur juga perlu dilakukan. Peningkatan ruang informasi publik di tempat tempat istirahat dan parkir, juga dapat berfungsi sebagai peningkatan informasi sejarah beserta pengenalan produk lokal.

Cak Nur mengakui bahwa beberapa program itu adalah hasil diskusi dirinya dengan beberapa teman alumni GMNI Jatim, khususnya yang berlatar belakang pendidikan sejarah.

Namun demikian, setiap hasil diskusi dengan Tim Pemenangannya, Cak Nur selalu mengujinya dengan turun ke lapangan untuk lebih memahami realita dan potensinya. Sehingga, gagasan yang telah didiskusikan dengan tim pemenangannya dapat dirangkum dan dipertanggungjawabkannya sebagai visi misi Cak Nur Gubernur ke depan. [tok/suf]

Tag : pilgub jatim

Komentar

?>