Kamis, 26 April 2018

Sepanggung dengan Slank, Khofifah Lantunkan 'Ku Tak Bisa'

Senin, 18 September 2017 01:41:15 WIB
Reporter : Misti P.
Sepanggung dengan Slank, Khofifah Lantunkan 'Ku Tak Bisa'

Mojokerto (beritajatim.com) - Menteri Sosial (Mensos) RI Khofifah Indar Parawansa sepanggung dengan grup band asal Jakarta di Pondok Pesantren (ponpes) Amanatul Ummah Desa Kembang Belor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Minggu (17/9/201). Khofifah duet dengan Kaka (vokalis Slank) lagu 'Ku Tak Bisa'.

Konser Slank di Mojokerto merupakan rangkaian tour empat kota yang didukung oleh Asia Pulp dan Paper (APP) Sinar Mas. Konser tersebut rangkaian tour silaturahmi ke sejumlah ponpes diantaranya, di Ciamis pada 13 September, Brebes 14 September dan Batang pada 15 September.

Mojokerto merupakan kota penutup dalam rangkaian yang juga menghadirkan budayawan Zastrouw Al Ngatawi. Sementara di kota terakhir Mojokerto, band yang digawangi Kaka (vokal), Ridho (gitar), Ivanka (bass) dan Bimbim (drum) ini dihadiri khusus Mensos RI, Khofifah Indar Parawangsa.

Sebanyak 10 lagu hits milik band yang bermarkas di Potlot, Jakarta Selatan ini digeber di hadapan santri Ponpes Amanatul Ummah. Mensos mendapatkan kesempatan bernyani dengan Kaka di lagu Ku Tak Bisa, hits single dari album PLUR yang dirilis pada 2004. Tak hanya konser, Slank juga berdialog budaya dan kebangsaan bersama para santri.

Yang menjadikannya istimewa, tiap konser Slank kali ini diawali dengan istighasah dan pada tengah-tengah konser disisipkan tausiah oleh Zastrouw Al Ngatawi. Ribuan santri dan Slanker (penggemar Slank, red) dari berbagai kota berbaur dalam alunan irama dan nada sekaligus menyimak tausiah Zastrouw dengan khidmat.

Mengambil inspirasi dari lagu Slank yang dibawakan di panggung pada tiap konser, Zastrouw menafsirkan dan membedah lirik-lirik lagu tersebut menjadi pesan moral yang sarat makna. Mulai dari ajakan untuk berdoa sebelum memulai kegiatan, pesan anti-korupsi, bersedekah hingga menebar virus perdamaian di muka bumi.

Zastrouw mengatakan, untuk menjaga eksistensi dan keutuhan bangsa menjadi tanggung jawab seluruh warga, baik secara individu maupun kolektif. "Dan pesantren merupakan salah satu lembaga yang memiliki fungsi strategis dalam menumbuhkan semangat kebangsaan melalui nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin," ujarnya.

Mensos RI, Khofifah Indar Parawansa menuturkan, jika siraturahim merajut kebersamaan, persatuan, persaudaraan tidak boleh lelah dilakukan untuk menyapa semua segmen manapun. "Kalau sapaan dengan ceramah, santri dan anak muda bisa boring tapi jika dikenalkan dengan kebhinekaan apalagi Slank, ini akan membangun penguatan," ujarnya.

Yakni bagaimana nasionalisme dan kebangsaan dibalut dengan musik maka persaudaraan dan persatuan akan terinternalisasi dalam diri masing-masing. Proses sosialisasi bisa dilakukam banyak orang dan tempat tapi semua tergantung masing-masing. Melalui musik, saat melantunkan syair Slank, Slank mengingatkan jika Slank tampil untuk merajut kebangsaan.

"Hari ini dan akan datang, ideolagi tiba-tiba bisa menjadi radikal. Melalui musik seperti ini jauh lebih efektif untuk anak muda dan santri sebagai penguatan. Slank adalah salah satu dari rool model yang bisa dijadikan referensi semua karena para personilnya pernah terjerat narkoba tapi mereka bisa bangkit menjadi jurkam say no to drug," tuturnya.

Menurutnya, apa yang menjadi pengalaman para personil Slank bisa menjadi bahan pengalaman generasi muda bangsa agar tidak menggunakan narkoba. Khofifah mengaku, dari ratusan judul lagu milik Slank ada dua lagu yang ia suka dan hafal yakni Ku Tak Bisa dan Terlalu Manis.

"Ada dua lagu Ku Tak Bisa dan Terlalu Manis, ketika saya diminta untuk menyandungkan dan dipandu personil Slank. Mungkin kita hafal, di panggung ada catatan tapi saya tidak pernah sepanggung dengan Slank, memori mendadak hilang. Bunda pernah ke rumah, ada elekton dan ada mas Ridho, ya udah ibu-ibu nyanyi ya nyanyi," urainya.

Sementara itu, Direktur Sinar Mas, Yan Partawijaya mengatakan, keterlibatan Sinar Mas dalam rangkaian acara tour untuk turut berkontribusi dalam mewujudkan persatuan bangsa melalui nilai-nilai toleransi. "Yakni sebagaimana perusahaan kami yang dibangun dari keberagaman suku, agama dan ras," ungkapnya. [tin/suf]

Komentar

?>