Sabtu, 21 Oktober 2017

Hidupi PSI, Grace Natalie Ngamen Dapat Rp 39 Juta

Kamis, 14 September 2017 16:27:31 WIB
Reporter : Rahardi Soekarno J.
Hidupi PSI, Grace Natalie Ngamen Dapat Rp 39 Juta

Surabaya (beritajatim.com) - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie ngamen atau melakukan fund rising dengan memperoleh hasil Rp 39 juta, untuk menghidupi partai barunya.

"Ada yang sumbang Rp 5 juta, ada yang 200 ribu kami terima dengan bahagia. Kami ingin mencegah korupsi sejak dini. Akar korupsi karena parpol yang tidak sehat dalam cari pendanaan. Kami akan mencari donasi dan tidak malu ngamen di mana-mana, tanggung jawab kita kepada rakyat," kata Grace kepada wartawan saat Launching Pendaftaran Caleg Tahun 2019 PSI Jatim di Surabaya, Kamis (14/9/2017).

Pihaknya haqqul yakin bahwa Indonesia akan memiliki wakil rakyat yang baik di senayan dan daerah. "Itu bukan mimpi siang bolong, kalau kita mau konsisten. Saya haqqul yakin PSI akan menang Pemilu 2019 dan menempatkan orang-orang terbaik sebagai wakil rakyat," tuturnya.

PSI mengaku tidak akan memotong gaji wakil rakyat nantinya jika terpilih. Sebagai pengganti pendanaan, PSI memiliki website tokosolidaritas.com untuk berjualan bagi kader dan pengurusnya. "Ini untuk cari uang buat partai, asalkan nggak jual narkoba dan orang saja. Kami juga berlakukan kartu anggota berbayar Rp 100 ribu per tahun dan ada kartu diskon bagi anggota bekerjasama dengan vendor. Semisal potongan berapa persen saat ngopi di mana," imbuhnya.

Suko Widodo sebagai salah seorang dewan juri untuk menyeleksi caleg PSI Jatim, mengaku mendengar suara Grace Natalie mirip Bung Tomo dengan gaya yang berbeda.

"Saya lihat wajah-wajah caleg yang mendaftar ke PSI Jatim, masih polos-polos dan tidak ada perilaku korupsi, karena memang nggak punya apa-apa. Tak cukup mencari orang baik dan pintar sebagai caleg, tapi harus memiliki komitmen kuat," ujarnya.

Untuk diketahui, satu-satunya parpol yang lolos verifikasi Kemenkumham tersebut kini mulai mempersiapkan calon-calon terbaik untuk diusung dalam pileg 2019 mendatang. Sejumlah syarat pun telah diatur. Salah satunya calon legislatif (caleg) wajib lulus sekolah anti korupsi dan anti intoleransi.

Ketua PSI Jatim Shobikin Amin menambahkan, partainya berupaya selektif memilih kader-kadernya sebelum menjadi penyambung lidah rakyat. Karena itu, hanya orang-orang yang baik sesuai DNA PSI yang dapat direkom sebagai caleg. Orang baik yang dimaksud adalah mereka yang tidak pernah terlibat tindakan korupsi dan kegiatan intoleransi.

"Tidak korupsi saja kurang. Caleg juga harus mengikuti dan lulus sekolah anti korupsi dan anti  intoleransi. Kami tidak mengirim kader-kader instan yang daftar lalu jadi," tutur Shobikin.

Pria asal Solokuro, Lamongan ini menegaskan, melalui sekolah ini diharapkan caleg lebih memahami perihal tindakan-tindakan korupsi yang dapat menjerat calon. Selain itu, calon juga dapat lebih toleran dalam menghadapi setiap keberagaman yang ada di Indonesia.

Usaha ini, lanjut Shobikin, merupakan wujud nyata PSI dalam rangka terlibat aktif memerangi korupsi. Sebab, masyarakat telah jenuh dengan prilaku koruptif yang ditunjukkan sejumlah oknum politisi akhir-akhir ini. "Kami berusaha memberi alternatif dari kultur politik yang sudah ada," kata Shobikin.

Selain tidak korupsi dan intoleransi, syarat yang juga tidak kalah penting adalah bukan pelaku Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Sebagai partai yang menjunjung tinggi kesetaraan hak laki-laki dan perempuan, PSI tidak ingin memilih calon yang gemar melakukan tindakan tidak terpuji seperti KDRT. "Di samping syarat-syarat yang khas dengan DNA partai. Syarat umumnya tetap mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku," tutur Shobikin.

Tim kampanye, lanjut dia, juga akan mendapatkan pembekalan khusus. Melalui klinik pemenangan yang ada, tim kreatif pemenangan akan dilatih strategi komunikasi dan desain komunikasi visual. "Target kami dapat merengkuh 10 persen dari kursi legislatif. Baik di pusat, provinsi maupun daerah," jelasnya.

Dengan dibukanya pendaftaran caleg ini, PSI optimistis lolos dalam verifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) tahun ini. Sebab, progress PSI di Jatim setahun terakhir mengalami peningkatan signifikan. Di antaranya telah berdiri DPD di 38 kabupaten/kota se Jatim. Selain itu, PSI juga memiliki 533 DPC. Jumlah tersebut telah mencapai hampir 80 persen dari seluruh kecamatan di Jatim.

"Syaratnya dari KPU hanya 50 persen. Kita juga memiliki anggota aktif 40.100 orang. Jumlah ini sudah lebih dari cukup dari syarat yang ditetapkan KPU," pungkas Shobikin. (tok/ted)

Tag : psi parpol

Komentar

?>