Rabu, 27 September 2017

Awas, Hewan Kurban Terjangkit Virus Antraks

Kamis, 24 Agustus 2017 13:52:52 WIB
Reporter : Misti P.
Awas, Hewan Kurban Terjangkit Virus Antraks

Mojokerto (beritajatim.com) - Untuk mengantisipasi penularan penyakit antraks ke hewan kurban, Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur melakukan pemeriksaan hewan kurban di wilayah Kabupaten Mojokerto.

Dalam pemeriksaan tersebut dilakukan bersama Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto.

Dari pemeriksaan hewan kurban di wilayah Kecamatan Sooko tersebut, petugas menemukan dua ekor sapi belum poel (belum dewasa, red) di Perumahan Teratai dan tiga ekor kambing menderita pink eye (mata merah). Petugaspun menyarankan agar pemilik tidak menjual hewan kurban belum dewasa dan mengobati untuk yang sakit.

Staf Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan Prov Jatim, dr Bagus Ardana mengatakan, ada enam kabupaten/kota di Jawa Timur yang dilakukan pengecekan hewan kurban, salah satunya Kabupaten Mojokerto.

"Mulai dari kesehatan, cacat tidaknya dan poel," ungkapnya, Kamis (24/8/2017).

Karena lanjut dr Bagus, syarat hewan ternak menjadi hewan kurban yakni sehat, tidak cacat, jantan dan sudah dewasa.

Dari pemeriksaan di dua tempat, di satu tempat ditemukan ada dua ekor hewan kurba belum poel sehingga belum cukup umur untuk dijadikan hewan korban dan satu tempat ditemukan tiga ekor terjangkit pink eye.

"Sapi rawan terjangkit antraks yakni yang disebabkan bakteri bacillus anthracis, ada dua gejala sapi terkena antraks. Pertama tidak kelihatan sakit tiba-tiba mati, ini yang bahaya karena pas mati keluar darah dari semua lubang. Jika dikubur dan tanahnya kena hujan ada spora antraks yang bisa bertahan 80 tahun," ujarnya.

Menurutnya, saat mati tidak langsung menyerang ke sapi lainnya tapi jika dikubur kena hujan terus menerus maka bakteri akan keluar dipermukaan sehingga menjangkiti sapi lain. Kasus seperti itu ditemukan di Blitar pada tahun 2014 dan Pacitan pada tahun 2016 lalu. Menurutnya, antraks bisa menular ke manusia.

"Bisa melalui pernafasan, kulit dan pencernaan yang bisa menyebabkan kematian jika itu tertular melalui pencernaan dan pernafasan. Tapi jika terkena kulit tidak sampai meninggal tapi meninggalkan bekas luka seperti borok. Gejala kedua yakni sapi panas tinggi, kolaps baru mati," katanya.

Ciri dari fisik, lanjut dr Bagus, sapi ambruk dan sesak nafas. Jika sudah terkena antraks maka akan susah penangganan tapi sapi lainnya yang belum terjangkit agar segera diberi antibiotik. Antraks juga bisa menyerang kambing tapi yang sensitif menyerang sapi. Untuk kambing, penyakit yang menyerang yakni pink eye.

"Mata merah menyerang kambing tapi tidak berbahaya, yang berbahaya untuk kambing yakni bisul. Itu cepat menyebar antar kambing kambing lainnya sehingga jika masyarakat hendak memilih hewan kurban, hendaknya dilihat fisiknya bagus apa tidak, cacat arau tidak, sehat apa tidak dan sudah poel," jelasnya.[tin/ted]

Tag : idul adha

Komentar

?>