Rabu, 23 Agustus 2017

Yusril Ihza Mahendra: Pancasila Menyatukan Kita

Minggu, 13 Agustus 2017 20:44:56 WIB
Reporter : Samsul Arifin
Yusril Ihza Mahendra: Pancasila Menyatukan Kita

Pamekasan (beritajatim.com) - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra menegaskan Pancasila sebagai alat pemersatu dari berbagai keberagaman yang ada di Indonesia.

Hal itu disampaikan saat mengisi orasi politik pada Milad Ke-19 dan Mukercab II Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PBB Pamekasan di Gedung Serba Guna di Jl Kabupaten, Pamekasan, Minggu (13/8/2017).

"Pancasila ini menyatukan (bangsa) kita yang beragam ini, kita tidak akan memaksa orang lain untuk masuk Islam dan kita mengakui kemerdekaan secara penuh," kata Yusril Ihza Mahendra dalam sambutannya.

Penetapan Pancasila sebagai asas negara bukan serta merta ditetapkan tanpa melalui berbagai perundingan, tapi hal itu juga dipikirkan secara matang demi kedaulatan berbangsa dan bernegara. "Jadi kemerdekaan Bangsa ini tidak hanya didominasi umat Islam, tapi umat yang lain juga berjuang merebut kemerdekaan," ungkapnya.

"Islam merupakan agama keadilan dan betul-betul menjaga keadilan itu sendiri. Bahkan al-Qur'an juga demikian, yakni menekankan agar kita berlaku adil karena keadilan itu mendekatkan diri kepada Tuhan dan tentunya juga hamba Tuhan," imbuhnya.

Tidak hanya itu, salah satu ciri dari ajaran Islam tentang keadilan terkadang membuat sejumlah pihak tidak berkenan dan memaksakan untuk mengobok-obok ajaran keadilan. "Tidak ada agama yang bisa mengguncang (negara) Barat, kecuali Islam. Makanya dunia Islam dibombardir dengan berbagai macam alasan, tapi kita tetap bertahan," jelasnya.

Dalam undang-undang Hindia-Belanda tercatat sejarah panjang bangsa Indonesia yang lebih menitik beratkan terhadap persoalan strata kehidupan sosial politik. "Dulu di Indonesia ini terdapat tiga golongan, yakni golongan Eropa, Timur Asing dan Pribumi," bebernya.

Tiga golongan tersebut menggambarkan status sosial masyarakat kala itu. Di antara tiga golongan ini justru pribumi tidak mendapatkan perlakukan istimewa, apalagi mayoritas pribumi beragama Islam.

"Sebab pada saat itu tidak ada hukum Islam, tapi yang ada adalah hukum adat. Jadi tidak berlaku hukum Islam jika tidak diterima oleh hukum adat, sehingga hal itu yang menjadi acuan jika yang berkeinginan kuat untuk merdeka adalah pribumi," sambung Yusril Ihza Mahendra.

Dari itu pihaknya juga mengimbau agar warga Indonesia tetap menghargai perbedaan, tentunya dengan tetap berlaku adil seperti yang dianjurkan oleh agama. "Partai ini bertujuan menjunjung tinggi ajaran Islam dan menjaga kedaulatan NKRI, karena nafas kita adalah Islam dan kebangsaan," pungkasnya. [pin/but]

Tag : pbb pamekasan

Komentar

?>