Rabu, 23 Agustus 2017

Sampaikan Testimoni, Putra-Putri Pendiri Bangsa Berkumpul di Tebuireng

Minggu, 13 Agustus 2017 19:46:35 WIB
Reporter : Yusuf Wibisono
Sampaikan Testimoni, Putra-Putri Pendiri Bangsa Berkumpul di Tebuireng

Jombang (beritajatim.com) – Pesantren Tebuireng Jombang kembali menerbitkan seruan kebangsaan. Kali ini seruan itu hasil dari testimoni tujuh putra-putri pendiri bangsa. Mereka berkumpul di aula KH Yusuf Hasyim untuk membincang masalah kebangsan, Minggu (13/8/2017).

Ketujuh putra-putri pendiri bangsa itu yakni Nushi Hadikusumo (Cucu Ki Bagus Hadi Kusumo), KH Salahudin Wahid (Putra KH Wachid Hasyim), SR Handini B Maramis (Putri A Maramis), Agustanzil Sjahroezah (cucu Haji Agus Salim), MA Rohadi  Subardjo (putra Ahmad Soebardjo), Nugroho Abi Kusno (cucu Abikoesno Tjokrosoejoso), dan Meutia Farida Hatta Swasono (putri Bung Hatta).

Pertemuan yang diakhiri dengan penyampaian 4 (empat) butir seruan kepada bangsa (kebangsaan) ini dihadiri Menteri Sosial (Mensos) RI, Khofifah Indar Parawansa serta tokoh lintas agama.
Dua tokoh lintas agama yakni Agus Susanto (Ketua Umum badan Musyawarah Antar Gereja Indonesia) dan Kartijo Salam Raharjo (Parisada Hindu Dharma Indonesia Jawa Timur).

Dalam pertemuan itu, tujuh putra-putri pendiri bangsa itu menyampaikan testimoni secara bergantian. Dimulai dari Nushi Hadikusumo yang memaparkan 4 poin ajaran Ki Bagus Hadikusumo. "Keempat poin itu yakni persatuan Indonesia, penguatan ekonomi. Perbaikan sistem pertahanan negara, dan keadilan untuk kemakmuran warga bangsa," ujar Nushi di depan forum.

Selanjutnya, Gus Solah memaparkan perjalanan bangsa hingga munculnya Resolusi Jihad yang dikeluarkan KH Hasyim Asy’ari serta kondisi bangsa saat ini. Gus Solah menilai, persatuan anak bangsa adalah wujud mutlak untuk kejayaan Indonesia kedepan.

"Bangsa kita dibangun bukan atas dasar kesamaan etnis, suku, agama. Tapi karena persatuan kebangsaan. Keinginan kelompok-kelompok kecil yang berusaha menguasai bangsa dengan sistem khilafah itu harus diantisipasi, dan jangan sampai terjadi lagi," tandasnya.

Testimoni ketiga disampaikan SR Handini B Maramis, kemudian Agustanzil Sjahroezah, yang dilanjutkan MA Rohadi  Subardjo, lalu Nugroho Abi Kusno, dan terakhir Meutia Farida Hatta Swasono.

Naskah Seruan Kebangsaan ini kemudian diserahkan kepada Mensos RI, Khofifah Indar Parawansa. Guna disampaikan kepada Presiden RI, Joko Widodo atau Jokowi. "Pertemuan itu untuk mengingat kembali proses pendirian bangsa. Serta perjuangan para pendiri bangsa," ujar Khofifah.

Khofifah mengungkapkan, pihaknya akan berusaha menyampaikan seruan tersebut kepada Presiden Jokowi. Selenjutnya, Kemensos juga akan mengagendakan pertemuan putra-putri pendiri bangsa dengan presiden. Tujuannya, agar seruan tersebut bisa disampaikan baik secara tertulis maupun lisan.

"Hal lain adalah seruan ini tidak hanya ditandatangani oleh putra-putri pendiri bangsa, tetapi juga oleh lintas agama. Ini bersatunya putra-putri pendiri bangsa dengan lintas agama mudah-mudahan bisa menjadi perekat yang lebih kuat bagi NKRI kedepan," tandas Khofifah. [suf]

Komentar

?>